Berita Terkini Nasional

Ditembak Rekan Sendiri, Pratu Ferischal Meninggal di RS Palembang

Meski mendapat tindakan medis, nyawa Pratu Ferischal tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Tayang:
Penulis: taryono | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan
KELUARGA -- Paman Pratu Ferischal, Jasmadi Pasmeindra menunjukkan foto semasa hidup almarhum dan menceritakan sosok almarhum di mata keluarga, Minggu (17/5/2026). Minta Kasus penembakan Pratu Ferischal oleh Sertu MRR diusut tuntas. 

Ringkasan Berita:
  • Pratu Ferischal Alfarizky Albesa, anggota Denkesyah 02.04.04 Palembang, jadi korban penembakan di Panhead Cafe, Sabtu (16/5/2026) dini hari.
  • Dirawat intensif di RS Permata Palembang, nyawanya tidak tertolong.
  • Kodam II/Sriwijaya membenarkan insiden, korban berusia 23 tahun.
  • Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, memberi perhatian serius.

Tribunlampung.co.id, Palembang - Pratu Ferischal Alfarizky Albesa, personel Denkesyah 02.04.04 Palembang, sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Permata Palembang setelah menjadi korban penembakan di Panhead Cafe, Jalan Letjen H Alamsyah Ratu Prawira Negara, Sabtu (16/5/2026) dini hari. 

Meski mendapat tindakan medis, nyawa Pratu Ferischal tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Kodam II/Sriwijaya membenarkan insiden penembakan yang menewaskan anggota TNI berusia 23 tahun itu. 

Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, menyampaikan bahwa Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini.

"Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Sriwijaya dan Danpomdam untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat," ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Letkol Inf Yordania, Denpom 2/IV Palembang kini tengah memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian, menelaah rekaman CCTV, melakukan autopsi, mengumpulkan barang bukti, hingga mengambil data dari ponsel saksi. 

Koordinasi dengan Polda Sumsel juga terus dilakukan untuk memastikan proses penyelidikan berjalan transparan. 

"Proses ini membutuhkan waktu. Untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama," jelasnya.

Peristiwa ini diduga bermula dari senggolan antara Pratu Ferischal dan seorang rekan sesama anggota TNI, RN, saat berjoget di kafe. 

Bentrokan itu berujung pada pengambilan senjata oleh RN, yang kemudian menembak Pratu Ferischal sekali pada perut bagian kanan. 

Korban langsung dilarikan ke RS Permata untuk tindakan medis, namun nyawanya tak tertolong.

Kapolsek IB I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, menegaskan kronologi evakuasi korban. 

"Sesampai di sana (RS Permata), kita langsung memberikan tindakan medis, namun korban akhirnya meninggal dunia akibat luka tembak pada perut sebelah kanan," ujarnya.

Hingga saat ini, pelaku penembakan telah diamankan dan kasus masih dalam proses pemeriksaan. 

Yordania menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara mendalam untuk mengungkap seluruh fakta di lapangan.

Dalam langkah antisipatif, Pangdam II/Sriwijaya juga menginstruksikan seluruh Dansat jajaran Kodam untuk meningkatkan pengawasan internal. 

"Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pangdam telah menginstruksikan seluruh Dansat jajaran Kodam II/Sriwijaya melaksanakan pengawasan dan pengendalian di satuannya secara optimal," pungkas Letkol Inf Yordania.

Sumber: TribunSumsel.com

 

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved