Berita Terkini Nasional

Ternyata Anak Sekolah Bukan Target Utama MBG, BGN: Jangan Menyimpang!

Ternyata bukan anak sekolah yang jadi prioritas utama program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah justru menyasar kelompok yang jauh lebih rentan.

Tayang:
Kompas.com/M. Elgana Mubarokah
MAKAN BERGIZI GRATIS - Foto ilustrasi, menu MBG. Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya menegaskan, program MBG tidak semata-mata ditujukan untuk peserta didik di sekolah saja. Sony mengatakan, sasaran utama dari MBG adalah kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, sebelum kemudian menjangkau siswa. 

Ringkasan Berita:
  • BGN menegaskan sasaran utama Program MBG adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
  • Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyebut peserta didik bukan penerima prioritas pertama.
  • Fokus program diarahkan pada 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah masalah gizi.
  • BGN meminta seluruh mitra dan pelaksana memahami tujuan utama MBG.

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Siapa sangka, anak-anak sekolah yang selama ini ramai dibicarakan ternyata bukan target utama program Makan Bergizi Gratis alias MBG. 

Baca juga: Menteri ESDM Bahlil Sampai Minta Bantuan Raffi Ahmad Cari Pencipta Lagu MBG

Badan Gizi Nasional ( BGN ) menegaskan, fokus paling atas justru ada pada pemenuhan gizi kelompok yang paling rapuh di masyarakat.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, meluruskan bahwa MBG tidak semata-mata ditujukan untuk peserta didik di sekolah saja.

Sasaran utama yang paling dikejar pemerintah adalah kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, sebelum program ini nantinya menjangkau para siswa.

Pesan penting ini terus digaungkan Sony dalam berbagai kesempatan konsolidasi program MBG di sejumlah daerah.

Langkah turun ke lapangan ini sengaja diambil untuk memperkuat pemahaman, menyamakan persepsi, serta menyelaraskan langkah antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan atau mitra pelaksana, hingga Kepala Satuan Tugas MBG di tingkat kabupaten dan kota.

"Pada setiap kesempatan konsolidasi program MBG di berbagai daerah, saya selalu menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan. Setelah itu barulah peserta didik," ujar Sony dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026), melansir dari Kompas.com.

Upaya pelurusan informasi ini mendesak dilakukan karena Sony melihat masih banyak pihak yang salah paham. Ia menyampaikan, masih terdapat sejumlah yayasan maupun mitra pelaksana yang keliru mengartikan siapa saja sebenarnya penerima manfaat program MBG ini.

Sebagian pihak, kata dia, masih menganggap MBG hanya berfokus pada pemberian makanan bagi peserta didik di sekolah.

Sony menduga pemahaman tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh penggunaan istilah school meal, yang kemudian ditafsirkan sebagai program makan untuk siswa semata.

Akibatnya, sejumlah mitra lebih dahulu berfokus menjalin kerja sama dengan sekolah tanpa memahami sasaran prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.

Sony menjelaskan, fokus pada kelompok rentan tersebut merupakan esensi utama program MBG sebagai bentuk investasi strategis bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Oleh karena itu, Sony mengingatkan seluruh unsur pelaksana program, mulai dari SPPG, yayasan, mitra pelaksana, hingga satgas MBG di daerah, agar benar-benar memahami dan mengimplementasikan tujuan tersebut dalam pelaksanaan program di lapangan.

“Mengutamakan pemberian MBG kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, merupakan esensi Program MBG sebagai investasi strategis bangsa Indonesia."

"Hal ini harus betul-betul dijiwai oleh seluruh pelaksana program MBG di lapangan. Jangan coba-coba menyimpang dari tujuan utama,” jelasnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved