Berita Terkini Nasional

Terkuak Alasan Sebenarnya Prabowo Copot Dadan dari Kepala BGN, Dudung: Ya Seperti Itu

KSP Dudung Abdurachman blak-blakan sebut dugaan praktik jual beli dapur MBG jadi alasan kuat Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana.

Tayang:
Kompas.com/ADHYASTA DIRGANTARA
BONGKAR ALASAN PRABOWO - Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman saat diwawancarai di kompleks Istana Negara, beberapa waktu lalu. Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman akhirnya mengungkap alasan di balik keputusan tegas Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional ( BGN ).  

Ringkasan Berita:
  • Dudung menyebut dugaan jual beli dapur MBG menjadi satu faktor pencopotan Dadan Hindayana.
  • Temuan ketimpangan program MBG disebut sudah dilaporkan dari berbagai sumber ke Presiden Prabowo.
  • Prabowo menilai dana program harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
  • Dadan dicopot sebagai Kepala BGN pada 2 Juni 2026.
  • Kejagung kini menggeledah Kantor BGN terkait dugaan penyimpangan.

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman akhirnya mengungkap alasan di balik keputusan tegas Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional ( BGN ). 

Baca juga: Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Isu Dugaan Jual-Beli Dapur MBG Mencuat

Fokus utama yang mencuat dalam pencopotan ini mengarah pada aspek human interest, di mana program yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak justru diduga menjadi ladang bisnis haram. 

Satu di antara faktor kuatnya adalah temuan dugaan praktik jual beli Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis ( MBG ).

"Ya, kemungkinan besar seperti itu (karena ada temuan jual beli dapur MBG), banyak lah informasi-informasi ke beliau," kata Dudung saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026), dilansir Tribunnews.com.

Dudung meyakini bahwa laporan mengenai karut-marut di internal BGN yang sampai ke telinga Prabowo tidak hanya berasal dari temuan dirinya saja, melainkan dari berbagai sumber terpercaya lainnya.

"Saya rasa ke presiden yang nyampe bukan tidak serta merta dari temuan saya di lapangan, tetapi dari banyak sumber lah. Saya yakin," ujarnya.

Meski demikian, ia membenarkan saat dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan sekitar satu bulan yang lalu, ia memang mendapati sejumlah ketimpangan dalam pelaksanaan program gizi tersebut.

Menurutnya, masalah ini harus segera dibenahi karena langsung berdampak pada masyarakat kecil yang menjadi sasaran program.

"Kalau saya kan dulu udah sebulan yang lalu mungkin saya sidak ke lapangan ada hal-hal ketimpangan, dan tapi yang baiknya juga banyak ya," ucap Dudung.

Lebih lanjut, Dudung menegaskan bahwa Prabowo ingin program MBG ini berjalan sempurna tanpa ada penyimpangan sedikit pun.

Pasalnya, program ini dibuat demi memperbaiki gizi anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan.

"Karena ini itu tadi saya katakan ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat," ungkapnya.

Saat ditanyakan kembali oleh awak media apakah dugaan jual beli SPPG tersebut menjadi faktor utama Prabowo mendepak Dadan, Dudung membenarkannya secara lugas.

"Ya, satu di antara faktornya itu (dugaan praktik jual beli dapur)," ucapnya.

Sebagai informasi, Dadan resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN pada Selasa (2/6/2026) malam kemarin. Posisinya kini digantikan oleh Nanik S Deyang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved