Berita Terkini Nasional
Pilu 3 Bocah Dipaksa Ortu Jadi Pengamen dan Manusia Silver, Ditarget Rp 750 Ribu per Hari
Pasutri di Kabupaten Pelalawan, Riau tega melakukan eksploitasi anak kandung demi meraup keuntungan ekonomi di jalanan.
Penulis: Reny Fitriani | Editor: Reny Fitriani
Ringkasan Berita:
- Pasutri di Kabupaten Pelalawan, Riau tega melakukan eksploitasi anak kandung demi meraup keuntungan ekonomi di jalanan.
- Ketiga korban yakni MH (11) dan RA (9) yang merupakan anak kandung pelaku, serta PW (9) selaku cucu tiri mereka.
- Beban yang dipikul oleh ketiga bocah cilik ini tergolong sangat tidak manusiawi.
Tribunlampung.co.id, Riau - Sepasang suami istri (pasutri) di Kabupaten Pelalawan, Riau tega melakukan eksploitasi anak kandung demi meraup keuntungan ekonomi di jalanan.
Baca Juga: Manusia Silver Penganiaya Sopir Travel di Lampung Tertangkap di Pandeglang
Pasutri berinisial SM dan MM itu tega mempekerjakan dua anak kandungnya menjadi pengamen dan manusia silver.
Kemudian, cucu tiri mereka juga dijadikan pengemis.
Ketiga korban yakni MH (11) dan RA (9) yang merupakan anak kandung pelaku, serta PW (9) selaku cucu tiri mereka.
Terbongkar Berkat Keberanian
Kasus yang mengiris hati ini akhirnya terbongkar berkat keberanian ketiga bocah tersebut.
Eksploitasi anak yang dilakukan SM dan MM terbongkar setelah ketiga bocah itu mendatangi Polsek Pangkalan Kerinci dengan bantuan warga, Jumat (12/6/2026) malam.
Mereka mengaku ketakutan setengah mati untuk kembali ke rumah karena uang yang mereka kumpulkan di jalanan belum memenuhi target harian yang dipatok oleh orang tuanya.
Sehari-hari, tiga bocah itu ditempatkan di lampu merah Jalan Lintas Timur, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota untuk mengamen, mengemis, dan menjadi manusia silver.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, membeberkan kekejaman modus pasutri tersebut dalam memeras tenaga anak-anaknya.
"Pasutri ini mengeksploitasi tiga anak yang masih di bawah umur."
"Para korban disuruh mencari uang dengan cara jadi "manusia silver", mengemis, dan mengamen di lampu merah," katanya, Minggu (14/6/2026).
Dibebani Target Rp 250 Ribu per Anak
Beban yang dipikul oleh ketiga bocah cilik ini tergolong sangat tidak manusiawi.
Setiap harinya, mereka harus berdiri di bawah terik matahari dan kepulan asap kendaraan dengan target finansial yang tinggi.
"Para korban disuruh cari target uang Rp250.000 per orang per hari.
| Aksi Heroik Reza Berebut Senpi dengan Maling Motor, Selamat meski Tertembak |
|
|---|
| Pengakuan Mengejutkan Suami Nekat Tikam Istri, "Saya Kalap Dia Minta Cerai" |
|
|---|
| Ketika Botol Kosong Pendemo Menjadi 'Penyambung Nyawa' Bagi Keluarga Ahmad |
|
|---|
| Alasan Suami Tega Habisi Nyawa Istri, Ucapannya Memicu Emosi |
|
|---|
| Pejabat Purwakarta Tewas Misterius di Rumah, Ditemukan Luka Tusuk dan Kabel di Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/3-bocah-dipaksa-orang-tua-jadi-manusia-silver-dan-pengamen.jpg)