Universitas Teknokrat Indonesia

Gunakan PLTS, Nelayan Desa Rangai Tri Tunggal Lampung Selatan Hemat Biaya

Nelayan Desa Rangai Tri Tunggal gunakan panel bertenaga surya pada bagan kapal, karya mahasiswa Teknokrat.

Dokumentasi Universitas Teknokrat Indonesia
PLTS - Nelayan Desa Rangai Tri Tunggal gunakan panel bertenaga surya pada bagan kapal, karya mahasiswa Teknokrat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Selatan - Nelayan Bagan Desa Rangai Tri Tunggal Katibung, Lampung Selatan kini terbantu dengan adanya pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS) dari mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia.

Mamat, salah satu nelayan menjelaskan, dengan adanya bantuan bagan berbasis PLTS tersebut, beban para nelayan di Desa Tri Tunggal berkurang.

“Lumayan agak hemat. Minimal beban pembelian bahan bakar pertalite untuk genset berkurang,” ujar Mamat.

Awalnya, sulit bagi nelayan untuk menerima penerapan Energi Baru Terbarukan (EBT) dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Namun salah satu mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Lampung Novriansyah berusaha menyakinkan para nelayan di Desa Rangai Tri Tunggal.

Novri berusaha meyakinkan nelayan dengan memberi edukasi tentang manfaat panel surya sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan untuk menyalakan lampu dan menghidupkan radar dalam kapal sehingga dapat menghemat biaya operasional saat melaut.

Akhirnya nelayan pun mau. Novri yang didukung dosen mulai melakukan perakitan panel.

Hingga saat ini, lanjut Mamat, ia bersama kelompoknya masih memanfaatkan panel tenaga Surya untuk melaut.

Di perairan Rangai Tri Tunggal Katibung ini ada sekitar 150 bagan. Rata-rata menggunakan genset untuk operasional.

Tapi ada juga motor jaring kepiting menggunakan PLTS.

“Ada motor jaring kepiting menggunakan PLTS dan itu lebih pas, ketimbang menggunakan genset,” tambah Mamat.

Ditanya manfaat menggunakan panel surya di Bagan, Mang Mamat mengatakan, manfaatnya mengurangi biaya operasional.

Biasanya kalau menggunakan motor harus mengeluarkan Rp150.000 untuk pertalet. Dengan adanya panel surya biaya minyak terbantu.

Namun kata dia, kalau cuaca terang tidak masalah, tapi kalau cucara seharian mendung harus tetap pakai diesel.

Karena manfaat listrik tenaga Surya ini besar, maka dia bersama rekan-rekan nelayan berharap panel tenaga surya lebih besar sehingga bisa dipasang banyak lampu. Sebab kata dia kalau panelnya kecil hanya bisa empat lampu penerangan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved