Universitas Teknokrat Indonesia

Teknokrat Gelar IT Academy Berkolaborasi dengan QASPIR International dan SFBU

Penguatan Kolaborasi dengan QASPIR International & SFBU dilakukan Universitas Teknokrat Indonesia lewat IT Academy.

Tayang:
Dokumentasi Universitas Teknokrat Indonesia
PERKUAT KOLABORASI - Penguatan Kolaborasi dengan QASPIR International & SFBU dilakukan Universitas Teknokrat Indonesia lewat IT Academy. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Penguatan Kolaborasi dengan QASPIR International & San Francisco Bay University (SFBU) dilakukan Universitas Teknokrat Indonesia lewat IT Academy “Professional Track in Computer Science.”

Melalui Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia, kegiatan ini menjadi langkah strategis kampus dalam membuka akses pendidikan global, khususnya bagi mahasiswa Ilmu Komputer.

Hadir sekitar 200 mahasiswa dalam pelaksanaannya, Senin (23/2/2026).

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Umum Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng., menyampaikan, kolaborasi internasional merupakan bagian dari strategi institusi dalam memperkuat daya saing lulusan.

“Kerja sama ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik global sekaligus meningkatkan nilai tambah kompetensi mereka di pasar kerja internasional,” ujarnya.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menegaskan program ini sejalan dengan visi besar kampus menuju World Class University.

“Transformasi menuju World Class University ditopang oleh kolaborasi internasional yang konkret, kurikulum berstandar global, serta penguatan reputasi akademik. Program second degree ini adalah bagian dari strategi internasionalisasi Universitas Teknokrat Indonesia,” kata Mahathir.

Ia juga menambahkan, inisiatif ini mendukung implementasi United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education.

“Program ini memperluas akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas internasional yang inklusif dan terjangkau. Ini sejalan dengan SDG 4 yang menekankan pentingnya pendidikan bermutu dan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua,” ujarnya.

Program Second Degree Berbasis Amerika Serikat

Dalam sesi pemaparan, CEO QASPIR International, Stuart Blacklock, menjelaskan skema kolaborasi global melalui program Online Second Degree dari SFBU.

Program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan lulusan Ilmu Komputer di Indonesia, seperti ketatnya persaingan kerja, kebutuhan kompetensi tambahan di era digital, serta tingginya biaya studi luar negeri.

Melalui kemitraan ini, mahasiswa berkesempatan menempuh program Second Degree Bachelor of Science in Computer Science secara daring dari SFBU yang berbasis di California, Amerika Serikat.

SFBU berdiri sejak 1984 dan terakreditasi oleh WASC Senior College and University Commission (WSCUC).

Program ini memungkinkan mahasiswa menyelesaikan 30 kredit (10 mata kuliah) secara daring dengan biaya yang relatif terjangkau dibandingkan studi penuh di luar negeri.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved