Universitas Teknokrat Indonesia

Amalia NS dari Teknokrat Terjun di Polresta Boxing Championship dan Sabet Medali

 Mahasiswi S1 Pendidikan Olahraga Teknokrat Amalia NS terjun di ajang Polresta Boxing Championship dan sabet medali.

Dokumentasi Universitas Teknokrat Indonesia
RAIH MEDALI - Mahasiswi S1 Pendidikan Olahraga Teknokrat Amalia NS terjun di ajang Polresta Boxing Championship dan sabet medali. 

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrulllah Yusuf SE MBA menyampaikan, olahraga beladiri (seperti pencak silat, taekwondo, karate, judo, dll) punya peran signifikan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang ditetapkan PBB.

Berbagai studi, kata Nasrullah, termasuk dari UNESCO, menyoroti beladiri sebagai alat efektif untuk pengembangan pemuda dan pemberdayaan masyarakat.

Berikut adalah SDGs yang didukung langsung oleh olahraga beladiri:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)

Peran: Beladiri meningkatkan kesehatan fisik (kekuatan, fleksibilitas) dan mental (disiplin, ketenangan) serta memerangi gaya hidup sedenter (kurang gerak) dan penyakit tidak menular.
Konteks: Program bela diri di komunitas membantu mengurangi kecemasan dan depresi, serta meningkatkan rasa percaya diri.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Peran: Beladiri, khususnya dalam konteks pendidikan jasmani, mengajarkan nilai-nilai kehidupan (life skills) seperti disiplin diri, respek (hormat), sportivitas, dan tanggung jawab.
Konteks: UNESCO menggunakan beladiri sebagai metode pendidikan untuk mengajarkan budaya non-kekerasan dan menghormati keberagaman.
SDG 5: Kesetaraan Gender (Gender Equality)

Peran: Program beladiri yang dikelola dengan baik memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki, memberdayakan perempuan melalui keterampilan pertahanan diri, dan menantang stereotip gender.
SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities)

Peran: Beladiri seringkali inklusif dan dapat diakses oleh populasi yang kurang beruntung, penyandang disabilitas, atau pengungsi (misalnya, Yayasan Kemanusiaan Taekwondo).
SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat (Peace, Justice, and Strong Institutions)

Peran: Beladiri mengajarkan pengendalian diri, resolusi konflik tanpa kekerasan, dan saling menghormati.
Konteks: Dalam konteks lokal Indonesia, pencak silat melestarikan budaya asli, memperkuat identitas, dan mendidik karakter, yang mendukung stabilitas sosial.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)

Peran: Organisasi beladiri bekerja sama dengan lembaga internasional (seperti UNESCO ICM) dan komunitas lokal untuk mempromosikan nilai-nilai SDG melalui inisiatif “Sport for Development”.

"Secara keseluruhan, beladiri bukan hanya tentang pertarungan, tetapi sebagai media edukasi dan pembangunan manusia yang berkelanjutan," tambah rektor.

"Semoga prestasi atlet di masa mendatang lebih baik daripada yang dicapai sekarang," tandasnya. 

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved