Universitas Teknokrat Indonesia

Kecelakaan di Perlintasan Sebidang dan Aksi Pemblokiran Rel di Bandar Lampung, Begini Kata Pengamat

Dalam beberapa tahun terakhir, tren kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Divre IV Tanjungkarang menunjukkan tren yang masih mengkhawatirkan.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Dokumentasi/Istimewa
Ir. Hadyan Arifin Bustam, S.T., M.T., Dosen Prodi S1 Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia. 

Sebagai solusi, diperlukan pendekatan yang komprehensif. Dari sisi teknis, perlu dilakukan penutupan perlintasan liar serta pembangunan infrastruktur alternatif seperti flyover dan underpass.

Dari sisi operasional, peningkatan penjagaan dan pemasangan sistem keselamatan otomatis di perlintasan sangat penting.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan agar memahami bahwa rel kereta api bukan ruang publik.

Di sisi lain, pemerintah dan operator juga perlu menyediakan akses mobilitas yang memadai agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengorbankan keselamatan.

Permasalahan ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, operator kereta api, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi terbaik.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang dapat diminimalkan, sehingga tercipta sistem transportasi perkeretaapian yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan di masa yang akan datang. (*)

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved