Universitas Teknokrat Indonesia

Teknokrat Gelar International Visiting Lecturer Bidang Teknik Sipil

Program Studi Teknik Sipil Teknokrat gelar International Visiting Lecture Series, Rabu (29/4/2026).

Tayang:
Dokumentasi
INTERNATIONAL VISITING LESTURE - Program Studi Teknik Sipil Teknokrat gelar International Visiting Lecture Series, Rabu (29/4/2026). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Program Studi Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kampus terbaik di Lampung gelar International Visiting Lecture Series, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini untuk memperluas wawasan global dan meningkatkan standar akademik mahasiswa.

Acara diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom menghadirkan dua pakar lintas negara untuk berbagi ilmu mengenai inovasi di bidang teknik sipil dan infrastruktur.

Sesi pertama diisi Ts. Dr. Sabariah binti Musa dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).

Sabariah memaparkan materi bertajuk Groundwater Potential in Batu Pahat, Johor: A Valuable Discovery yang membahas temuan berharga mengenai potensi air tanah di wilayah Johor, Malaysia.

Sesi kedua menghadirkan praktisi sekaligus akademisi dari Universitas Teknokrat Indonesia, Ir. Hadyan Arifin Bustam, S.T., M.T.

Ia membawakan topik krusial mengenai transportasi, yakni “Railway Level Crossings: Regulations, Challenges, and Solution”.

Materi ini mengulas tuntas regulasi, tantangan teknis, serta solusi inovatif dalam pengelolaan perlintasan sebidang kereta api.

Kegiatan International Visiting Lecture Series yang diselenggarakan oleh Universitas Teknokrat Indonesia ini berkaitan erat dengan beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Berikut adalah keterkaitan materi dan kegiatan tersebut dengan pencapaian SDGs:

1. SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan menghadirkan dosen tamu internasional (Ts. Dr. Sabariah binti Musa), mahasiswa mendapatkan akses ke literasi global dan standar akademik internasional.

Hal ini mendukung target pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa agar siap bersaing di dunia kerja global.

2. SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation)

Topik yang dibawakan oleh Dr. Sabariah mengenai “Groundwater Potential in Batu Pahat” sangat relevan dengan SDG poin ke-6.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved