Berita Terkini Artis

Penampilan Rina Nose Usai Jalani Oplas Hidung di Dokter Tompi

Penampilan komedian sekaligus presenter Rina Nose setelah menjalani operasi plastik pada bagian hidungnya di dokter Tompi. 

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Dokumentasi/Kolase Instagram Rina Nose
RINA NOSE OPLAS - Ilustrasi Rina Nose. Ia menampilkan penampilan hidungnya yang baru setelah oplas. 

Wanita berusia 42 tahun ini kemudian menjelaskan makna istilah tersebut dalam dunia medis.

“Plastik” dalam bedah plastik itu artinya “membentuk” atau “mencetak”, atau dalam hal ini “mengubah bentuk”. Dari bahasa Yunani plastikos/plastos/plassein (molded/formed/to mold)," tandasnya.

Pemilik nama asli Nurina Permata Putri ini menilai operasi plastik bukan sekadar tindakan untuk mengubah penampilan, tetapi juga berkaitan dengan berbagai pertimbangan yang lebih kompleks.

Rina mengawali penjelasannya dengan menekankan bahwa operasi plastik kerap menjadi perdebatan ketika dibicarakan di ruang publik.

"OPERASI PLASTIK. SEBUAH KEPUTUSAN PRIBADI YANG MENJADI ARGUMENTATIF KETIKA MEMASUKI RANAH PUBLIK," ujar Rina. 

Menurutnya, keputusan menjalani operasi plastik bukanlah sesuatu yang diambil secara sembarangan atau hanya mengikuti tren.

"Bagi saya, operasi plastik bukan sekedar prosedur untuk mengubah penampilan, apalagi cuma pengen ikut-ikutan."

Lebih lanjut, Rina menjelaskan bahwa proses tersebut melibatkan berbagai pertimbangan yang tidak sederhana.

"Melainkan sebuah keputusan etis dan estetis yang cukup rumit karena melibatkan banyak aspek."

Dalam penjelasannya, Rina juga menyinggung bahwa operasi plastik berkaitan dengan berbagai faktor teknis maupun biologis.

"Mulai dari pemahaman, perhitungan (rasio-geometri) bentuk wajah untuk mendapatkan bentuk yang sesuai-harmonis, juga aspek biologis (struktur tulang, kulit, fungsi jaringan, dll.) agar tidak berdampak pada masalah kesehatan," terangnya. 

Selain itu, Rina menilai faktor lingkungan dan kondisi geografis juga turut memengaruhi karakteristik fisik seseorang.

"Menyadari bahwa letak/posisi geografis di setiap belahan dunia berbeda, punya alam, pola, dan iklim yang berbeda yang memengaruhi gen, ciri fisik, termasuk bentuk wajah dan hidung, pilihan dan keputusan untuk mengubah bagian kecil itu merupakan sebuah tantangan," jelasnya. 

Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki pertimbangan masing-masing dalam mengambil keputusan terkait tubuhnya.

"Setiap individu tentu punya pilihan dan pertimbangan masing-masing."

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved