Bhayangkara Presisi Lampung FC

Bhayangkara FC Jeblok, Strategi Paul Munster Dikritik

Dari 18 laga yang sudah dimainkan, Bhayangkara FC menempati peringkat 9 klasemen sementara dengan mengoleksi 23 poin.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
DIKRITIK - Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Paul Munster menuai kritikan tajam. 

Tribunlampung.co.id Bandar Lampung – Kinerja Paul Munster sebagai pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC menuai sorotan tajam.

Pasalnya, performa tim berjuluk The Guardians of Saburai itu sepanjang kompetisi Super League 2025-2026 berjalan jauh dari kata memuaskan alias jeblok.

Dari 18 laga yang sudah dimainkan, Bhayangkara FC menempati peringkat 9 klasemen sementara dengan mengoleksi 23 poin.

Mereka sudah berjarak 17 poin dari Borneo FC yang menjadi pemuncak. 

Tak ayal, kritikan tajam dialamatkan ke Paul Munster.

Wakil Ketua Asprov PSSI Lampung Yoga Swara secara terang-terangan menyebut, gaya bermain Bhayangkara FC cenderung monoton dan membosankan.

Menurut dia, strategi yang diterapkan Paul Munster membuat permainan skuad Bhayangkara FC kurang berkembang.

Skema serangan yang monoton membuat pergerakan tim sangat mudah diantisipasi oleh lawan.

"Permainan Bhayangkara sejauh ini terlihat monoton. Pola serangannya itu-itu saja, sehingga tidak memberikan kejutan bagi lawan," ujar Yoga, Minggu (24/1/2026).

Yoga menyoroti fakta bahwa produktivitas gol Bhayangkara FC belakangan ini lebih banyak terbantu oleh situasi bola mati ketimbang skema permainan terbuka (open play).

Hal ini dianggap sebagai rapor merah bagi kreativitas tim dalam membangun serangan dari lini belakang hingga ke jantung pertahanan lawan.

"Kalau kita perhatikan, banyak gol Bhayangkara justru lahir dari set piece sepakan pojok, bukan dari skema open play yang matang. Ini menunjukkan kreativitas serangan masih sangat terbatas," ucapnya.

Tak hanya soal strategi awal, Yoga juga mengkritik cara Paul Munster dalam membaca situasi pertandingan melalui pergantian pemain.

Dia menilai momentum kemenangan sering kali hilang akibat keputusan pergantian pemain yang kurang tepat.

Kekecewaan ini memuncak saat Bhayangkara FC dipaksa berbagi poin dengan Persita Tangerang pada laga pekan ke-18, Sabtu (24/1/2026) lalu. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved