Akbar Tewas Ditelan Ular 7 Meter, Inilah Mimpinya Jelang Peristiwa Itu

Jasad Akbar ditemukan masih utuh di perut ular piton tersebut. Ular memangsa seluruh tubuh Akbar, mulai kepala hingga kaki.

Editor: taryono
tribun timur
akbar 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Akbar (25), petani kelapa sawit di Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, yang tewas diterkam ular piton atau sanca kembang atau sanca batik, ternyata sedang berjuang untuk keluarganya.

Ceritanya, dia ke kebun untuk memetik kelapa sawit, lalu dijual demi membiayai perjalanannya dari Mamuju Tengah ke Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Di Luwu, Akbar rencananya akan menjemput istrinya bernama Muna dan anaknya.

Baca: Takut Diserbu, Kulit Ular 7 Meter yang Menelan Petani Tak Jadi Dijual

Sekretaris Desa Salubiro, Junaedi mengatakan, sekitar sebulan sebelum kejadian ini, Akbar mengantar Muna ke kampung halaman di Luwu untuk melahirkan anak kedua mereka.

"Saat (istri) selesai melahirkan, Akbar kembali ke sini. Jadi, rencananya ini, Akbar pergi panen sawitnya karena mau ke Palopo (Luwu) kembali jemput istrinya, kasihan," tutur Junaedi.

Ayah almarhum juga tidak berada di Mamuju Tengah saat kejadian maut itu menimpa.

"Orangtuanya juga baru sampai tadi pagi (Selasa kemarin), karena dia ada di Tinambung, Polewali Mandar," kata Junaedi.

Polewali Mandar merupakan kabupaten di Sulawesi Barat.

Akbar merupakan anak yatim.

Ibunya meninggal, sedangkan ayahnya masih hidup.

Kematian Akbar belum diketahui Muna.

"Tidak bisa dihubungi (telepon) karena susah jaringan (seluler) di tempatnya," kata Junaedi.

Warga Kerap Temukan Ular

Terpisah, seorang kerabat Akbar, Mursalim, mengatakan, ular berukukan raksasa kerap ditemukan di kawasan kebun sawit tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Tags
Piton
video
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved