TribunLampung/

Kasus Mengarak Pasangan yang Dituduh Mesum, Polisi Beberkan Peran Ketua RT

Kasus Mengarak Pasangan yang Dituduh Mesum, Polisi Beberkan Peran Ketua RT.........

Kasus Mengarak Pasangan yang Dituduh Mesum, Polisi Beberkan Peran Ketua RT
Ilustrasi(PIXABAY.com) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,  JAKARTA - Ketua RT yang berinisial T menjadi tersangka dalam kasus pengarakan dan penganiayaan pasangan yang dituduh berlaku mesum di Cikupa, Tangerang, Banten.

Kapolres Kabupaten Tangerang AKBP Sabilul Alif mengatakan T berperan sebagai pendobrak pintu kontrakan saat R dan M tengah berada di dalam.

Baca: PSK Disebut Mengigau oleh Pelanggannya, Faktanya Diperlakukan Seperti Ini

"T adalah yang pertama mendobrak pintu. Dan langsung pertama kali dia melakukan penggerebekan. Dan dia yang sempat memobilisasi masa," kata Sabilul melalui akun facebook pribadinya saat memberikan keterangan pers, Selasa (14/11/2017).

Sabilul menambahkan T juga merekam aksi pengarakan dan penganiayaan oleh warga terhadap R dan M.

Padahal, kata Sabilul, selaku Ketua RT, T sempat mengingatkan agar massa tak main hakim sendiri.

"Memang sempat ngomong jangan main hakim sendiri tapi justru dia yang melakukan penganiayaan, dia yang mukulin," lanjut Sabilul. Ini melanggar pasal 170 dan 335 KUHP yang ancaman hukumannya lima tahun penjara," lanjut dia.

Diketahui, R dan M menjadi korban penganiayaan sekelompok orang karena dituduh berbuat mesum di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Baca: Gara-gara Fotonya Masuk Katalog Alexis, Shinta Bebi Urung Menikah

Kapolres Kabupaten Tangerang AKBP Sabilul Alif menceritakan kronologis peristiwa yang terjadi pada Sabtu (11/11/2017) malam. Menurut Sabilul, awalnya M minta dibawakan makanan oleh R.

Halaman
12
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help