Gandeng Dua BUMN, PTPN VII Kembangkan Kawasan Wisata Teluk Nipah

Gandeng Dua BUMN, PTPN VII Kembangkan Kawasan Wisata Teluk Nipah . . . .. . . .. .

Penulis: Ana Puspita Sari | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - PT Perkebunan Nusantara VII melakukan sinergi dengan dua BUMN lainnya PT PP (Persero) dan PT Patra Jasa untuk pengembangan kawasan wisata Teluk Nipah.

Dalam hal ini, PTPN VII berposisi sebagai pemilik lahan sementara PT PP (Persero) sebagai pengembang dan PT Patra Jasa sebagai operator dan pengelola.

Direktur Utama PTPN VII Dolly P Pulungan mengatakan, ke depan Teluk Nipah dirancang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menawarkan wisata berbentuk resort dengan potensi pendapatan yang menjanjikan.

Untuk proyek tersebut, nilai investasi yang dialokasikan mencapai Rp 300 miliar.

Baca: Resmi Nakhodai PTPN VII, Dolly Pulungan Ajak Jajaran Besarkan Perusahaan

"Diharapkan nanti dengan view-nya yang bagus dan adanya sarana jalan tol, kawasan ini akan menjadi destinasi bagi wisatawan dari Palembang maupun dari Jakarta. Kita juga dapat dukungan dari Pemprov Lampung karena ini juga dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah," jelasnya, Rabu (15/11).

Dolly menambahkan, langkah yang diambil PTPN VII tersebut merupakan bentuk optimalisasi aset sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Selain Teluk Nipah, aset PTPN VII lainnya yang tengah dibidik dalam optimalisasi ini adalah kawasan di Kedaton, Palembang dan Rejosari.

Baca: Ribuan Karyawan BUMN Ikut Jalan Sehat PTPN VII dan PGN

Lebih lanjut, PTPN VII saat ini tengah fokus pada bidang produksi dengan komoditas utamanya yaitu sawit, karet dan tebu (gula). Re-planting di sejumlah lahan PTPN VII dilakukan untuk memperbaiki kualitas tanaman sehingga hasil panen menjadi lebih baik.

Peningkatan pengamanan bekerjasama dengan TNI dan Polri pun dilakukan agar kawasan lahan tersebut kondusif.

"Tidak hanya itu, saat ini kita juga melakukan divestasi saham untuk re-planting dan modal kerja pembayaran operasional serta memenuhi kewajiban kepada perbankan dan suplier," imbuh Dolly.

Sebagaimana diketahui, tahun 2016 - 2017 PTPN VII mengalami masa sulit. Meskipun demikian, tahun 2018 mendatang PTPN VII dapat menghasilkan profit dan dalam jangka waktu 5 tahun ke depan kembali "sehat" dengan sejumlah strategi yang dilakukan oleh pihak manajemen.

"Tentu kita tingkatkan kerjasama dan coba tutup celah kelahan semaksimal mungkin. Kita berikan kepercayaan kepada karyawan, dan berusaha penuhi kewajiban utama kepada karyawan lebih on time sehingga aktivitas bekerja pun kondusif. CSR dan PKBL juga tetap kita lakukan kerjasama dengan BUMN untuk perbaikan fasilitas rakyat di sekitar PTPN VII mulai 2018 nanti," tutup Dolly. (ana)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved