Pejabat BPN Lamsel Bikin Heboh, Gebrak Meja dan Bilang Tidak Takut Presiden

”Silakan jika mau lapor ke menteri, presiden. Dia tidak takut. Bahkan, melapor ke Tuhan pun dia tidak takut,” kata Pandi.

Penulis: Romi Rinando | Editor: Daniel Tri Hardanto
zoom-inlihat foto Pejabat BPN Lamsel Bikin Heboh, Gebrak Meja dan Bilang Tidak Takut Presiden
Gresnews
Pelayanan publik (ilustrasi)

Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Seorang pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Selatan membuat heboh. Uyung, pria yang bertugas di Bagian Urusan Pembebasan Lahan Jalan Trans Tol Sumatera Lamsel itu, bertindak arogan saat memberikan pelayanan di kantor BPN Lamsel, Kamis (4/1/2018).

Tindakan arogansi dilakukan Uyung saat menerima warga bernama Pandy dan rekannya yang menanyakan masalah pembebasan lahan ganti rugi miliknya di Natar, Lampung Selatan, yang tidak kunjung diproses BPN Lampung Selatan.

Baca: BPN Lamsel Klaim Pembebasan Lahan Tol Tersisa Desa Tanjung Sari Natar

Menurut Pandi, ia bersama rekannya menanyakan kejelasan proses ganti rugi tanah keluarganya yang terkena proyek JTTS. “Saya ke sana baik-baik, bertamu, menanyakan kepastian UGR 9uang ganti rugi). Karena sejak bulan 10 (Oktober) tahun 2017, UGR tidak diproses-proses,” beber Pandy kepada wartawan, Kamis (4/1/2018).

Ketika bertanya, lanjut Pandi, tiba-tiba Uyung marah dan menggebrak meja. Ia juga menendang kursi di kantor BPN. ”Silakan jika mau lapor ke menteri, presiden. Dia tidak takut. Bahkan, melapor ke Tuhan pun dia tidak takut,” kata Pandi.

Baca: Ganti Rugi Tol Sumatera, Hari Ini Giliran Warga Bakauheni

“Saya kan tanya hak, prosesnya gimana. Kenapa harus marah-marah. Langsung gebrak meja dan kursi. Itu kan kantor pelayanan. Silakan saja jelaskan baik-baik. Gak perlu marah,” kata Pandi seraya mengaku akan melapor ke Polda Lampung dalam waktu dekat.

Saat hendak dikonfirmasi wartawan, Uyung tidak menjawab ponselnya meskipun aktif. Pesan singkat yang dikirim juga tidak dibalas.

Sementara Kepala BPN Lampung Selatan Ahmad Aminullah mengaku tidak mengetahui insiden yang terjadi di kantornya. Alasannya, saat kejadian ia berada di kantor BPN Lampung. “Saya tadi di kantor BPN Lampung. Jadi nggak tahu kejadiannya,” ucap Ahmad.

Meski begitu, ia berjanji mengecek masalah ini dan menegur bawahannya. ”Kalau begitu, artinya tidak benar. Nanti saya tegur. Bisa teguran lisan, bisa tertulis,” tegasnya.

Kepala Kanwil BPN Lampung Iing Sarkim saat hendak dikonfirmasi melalui telepon juga belum merespons. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved