TribunLampung/

Lewati Perbatasan Inggris, Pengungsi Ini Kehilangan Kedua Kakinya

Akibat luka yang parah di kedua kakinya, pria berusia 26 tahun itu harus menjalani operasi amputasi setelah dibawa ke rumah sakit di Lille, Prancis.

Lewati Perbatasan Inggris, Pengungsi Ini Kehilangan Kedua Kakinya
The Independent
Aram Sabah Xalid (26), pengungsi asal Irak, harus diamputasi di kedua kaki karena tertabrak kereta saat akan melintasi perbatasan Inggris. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, DUNKIRK - Seorang pengungsi asal Kurdistan, Irak harus kehilangan kedua kakinya setelah tertabrak kereta saat akan melintasi perbatasan Inggris dari utara Prancis.

Aram Sabah Xalid tertabrak kereta di daerah Grande-Synthe di dekat Dunkirk, Prancis.

Akibat luka yang parah di kedua kakinya, pria berusia 26 tahun itu harus menjalani operasi amputasi setelah dibawa ke rumah sakit di Lille, Prancis.

Baca: Mencekam, Melly Goeslaw Hadapi Banyak Tentara di Tempat Pengungsian di Turki

Mengutip dari The Independent, selama di kamp pengungsi di Dunkirk, pria yang biasa disapa Alan ini dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah. Dia bekerja sebagai juru masak di kamp dan kerap membantu orang lain yang membutuhkan.

Dia telah tinggal di pengungsian bersama sang istri selama bertahun-tahun sembari menanti putusan pengajuan suaka ke Prancis. Namun pada akhirnya pengajuannya ditolak.

Annie Gavrilescu dari organisasi relawan, Help Refugees, mengatakan pada The Independent, semakin tingginya keputusasaan dari para pengungsi ditambah cuaca dingin selama berbulan-bulan semakin mendorong mereka untuk melakukan hal berbahaya dan tidak rasional.

"Kondisi hidup yang sangat menyedihkan mereka rasakan sehingga membuat mereka berbuat hal berbahaya hanya agar bisa keluar dari kondisi itu."

Baca: Pengungsi Pria Ini Jadi Mesin Pemuas Nafsu Wanita Kaya, Ingin Lebih 4 Kali Sehari

"Sangat menyedihkan, terutama karena cuaca dingin, salju dan hujan, dan para pengungsi menghadapi begitu banyak permusuhan dari semua orang di sini," kata dia.

Halaman
12
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help