Ada Cahaya Berbentuk Naga Terbang, Ibu Tien Kemudian Wafat. Kondisi Presiden Soeharto Jadi Begini
Bahkan, saat tampil di muka umum, ia tampak renta, tanpa cahaya. Sesekali, matanya terkadang menerawang.
Penulis: Heribertus Sulis | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ketokohan Soeharto saat menjabat Presiden RI tak diragukan lagi. Berkuasa selama 30 tahun menunjukkan betapa hebat Soeharto di kancah politik Tanah Air.
Di balik suksesnya Soeharto menduduki jabatan tertinggi di Republik ini tak terlepas dari peran istrinya.
Bahkan sejumlah kalangan menilai, aura kekuasaan Soeharto tak lepas dari kehebatan sang istri, Siti Hartinah atau dikenal sebagai Tien Soeharto.
Meninggalnya Sang Istri pada 28 April 1996, konon, meredupkan aura kekuasaan Pak Harto alias Soeharto.
Bahkan, saat tampil di muka umum, ia tampak renta, tanpa cahaya.
Sesekali, matanya terkadang menerawang.
Kalangan spiritualis memprediksi, wahyu keprabon telah pergi darinya.
Baca: Cuma Jenderal Ini yang Berani Gebrak Meja di Hadapan Presiden Soeharto, Ternyata Punya Ini
Baca: Ternyata Benda di Kepala Ini yang Bikin Bu Tien Soeharto Disebut Punya Kesaktian

Sebab, sehari sebelum Ibu Tien wafat, konon, masyarakat Surakarta melihat seberkas cahaya hijau berbentuk ular naga melesat terbang dari Keraton Mangkunegaran.
Tak masuk akal memang, menghubungkan hal itu dengan karier seorang presiden.
Namun, langkah politik Soeharto, setelah kepergian istrinya, sungguh di luar kendali.
Cara melibas lawan politiknya terkesan vulgar dan transparan.
Padahal, sebelumnya, Soeharto dikenal pandai mengendalikan diri.
Senyumnya menyembunyikan isi hatinya.
Sebagai lelaki Jawa kebanyakan, ia berusaha menyerap budaya leluhurnya, menjadikannya pegangan dan pedoman hidup.