Gara-gara Berebut Kursi di Warung Makan, Warga Tanggamus Tewas

Namun, sekitar 30 meter dari warung, korban dan teman-temannya mengejar pelaku menggunakan dua sepeda motor.

Gara-gara Berebut Kursi di Warung Makan, Warga Tanggamus Tewas
tribunlampung/didik
Fatona (tengah) diamankan di Mapolres Tanggamus. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Hanya karena berebut kursi, Haikal (36), warga Kecamatan Pugung, Tanggamus, meregang nyawa. Ia ditusuk oleh Fatona (24), warga Pagelaran, Kecamatan Pringsewu.

Meskipun dilarikan ke RSU Abdul Moeloek, Bandar Lampung, nyawa Haikal tak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis, 1 Februari 2018 pukul 03.00 WIB. Ia mengalami luka tusuk di perut.

Baca: VIDEO: Tekab Tembak Spesialis Pembobol Indekos

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus AKP Devi Sujana menceritakan, peristiwa tersebut bermula saat Fatona dan temannya datang ke warung Sop Kodok Mami Patimah di Pekon Patoman, Kecamatan Pagelaran, Rabu, 31 Januari 2018 malam.

"Terjadi keributan karena kursi yang sedang dipakai pelaku diminta teman korban. Lantas korban keluar mendekati pelaku sambil memukul bagian kepala dan mengeluarkan senjata tajam," ujarnya.

Saat itu, lanjut dia, pelaku tidak melawan. Ia pergi menggunakan sepeda motor.

Namun, sekitar 30 meter dari warung, korban dan teman-temannya mengejar pelaku menggunakan dua sepeda motor. 

Baca: Mengapa Lampung Jadi Transit Pengiriman Narkoba? Begini Penjelasan Polda

Kemudian, pelaku dijatuhkan dari sepeda motornya. Korban yang membawa pisau berupaya melukai tangan dan perut pelaku.

Tak mau kalah, pelaku juga mencabut senjata tajam dari pinggangnya dan menusuk perut korban. Akibatnya, korban roboh bersimbah darah.

Fatona sudah diamankan di Mapolres Tanggamus. Ia akan dijerat pasal 338 subsider pasal 351 ayat 3 KUHP.

"Ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun," ujarnya. (*)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help