Tragis, Guru SD Tewas Lantaran Tak Mampu Tebus Obat Flu Rp 1,5 Juta

"Kami sudah lama bersama, dia lebih dari separuh hidupku. Dia adalah sahabat terbaikku, belahan jiwaku, segalanya bagiku," ucap sang suami

Tragis, Guru SD Tewas Lantaran Tak Mampu Tebus Obat Flu Rp 1,5 Juta
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang ibu di Amerika Serikat meninggal akibat komplikasi flu setelah tidak menebus obat yang diresepkan dokter karena terlalu mahal.

Heather Holland (38) yang merupakan guru di Sekolah Dasar Ikard di Weartherford, Texas, mulai menunjukkan gejala flu sekitar seminggu sebelum kematiannya pada Minggu (11/2/2018).

Holland pergi ke dokter dan diberi obat flu. Namun, saat hendak mengambilnya, dia mengetahui biaya obat tersebut mencapai 116 dollar AS atau Rp 1,5 juta.

Namun, dia memutuskan tidak menebus obat tersebut.

Ketika suami Holland, Frank, mengetahui istrinya tidak jadi membeli obatnya, dia segera kembali ke apotek dan menebus obat yang diresepkan untuk Holland pada Kamis (8/2/2018).

Baca: Ibu Muda Jual ASI Berjongkok di Pinggir Jalan, Alasan Dibaliknya Memilukan

"Pada Jumat malam, kondisinya memburuk dengan cepat dan dia harus dirawat di ruang gawat darurat," kata Frank.

Pada Minggu (11/2/2018) pagi, Holland mengembuskan napas terakhir karena komplikasi flu.

Dia meninggalkan suami dan dua anak berusia 10 tahun dan 7 tahun.

"Kami sudah lama bersama, dia lebih dari separuh hidupku. Dia adalah sahabat terbaikku, belahan jiwaku, segalanya bagiku," ucap Frank.

Baca: Sepintas Tampilan Boneka Ini Biasa, Tapi Saat Roknya Terangkat Hal Janggal Terkuak!

Heather Holland (38) dan suaminya Frank.
Heather Holland (38) dan suaminya Frank. (Daily Mail)

Lembaga proteksi kesehatan nasional di AS, CDC, menyatakan, flu musiman akhir-akhir ini menjadi yang terburuk sepanjang sejarah.

Baca: Tunangan Hilang Ingatan, Pria Setia Menunggu 8 Tahun Hingga Mereka Akhirnya Menikah

Pada hari yang sama dengan kematian Holland, Aaron Masterson (12) dinyatakan mati otak setelah fibrosis kistik yang dideritanya membuat flunya menjadi mematikan.

Aaron meninggal malam itu, membuatnya menjadi salah satu dari 53 anak yang terbunuh karena flu. Sementara Heather menjadi korban ke-21 di daerah Dallas Fort Worth, Texas.

Editor: martin tobing
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help