Selain Terkesan Jorok, Ini Dampak Buruk Kebiasaan Mengupil

Salah satu alasan sulitnya meninggalkan kebiasaan ini adalah risihnya seseorang ketika hidungnya terasa "kotor" atau tersumbat.

Editor: Reny Fitriani
Metro.co.uk
mengupil 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Mengupil atau mengambil kotoran hidung dengan tangan adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan banyak orang. 

Meski dianggap jorok, kebiasaan ini rupanya sulit untuk ditinggalkan.  

Salah satu alasan sulitnya meninggalkan kebiasaan ini adalah risihnya seseorang ketika hidungnya terasa "kotor" atau tersumbat.  

Baca: Ngalah-ngalahin Perempuan, Pria Ini Kecanduan Selfie Hingga Berfoto 200 Kali Sehari

Tapi, selain jorok, adakah dampak kesehatan yang mungkin terjadi dengan kebiasaan ini? 

Baca: Benyamin Biang Kerok Tembus 2 Juta Penonton, Reza Rahardian Nazar Pakai Ondel-ondel Keliling HI

"Mungkin satu hal yang paling dikhawatirkan adalah trauma jari, sebuah istilah keren untuk pendarahan yang berkaitan dengan kegiatan mengupil," ungkap Dr Brett Comer, asisten otolaringologi di University of Kentucky, AS, dikutip dari Time, Rabu (28/2/2018).  

Rentan Terluka  

Hal itu disebabkan kulit bagian dalam hidung lebih halus dibanding kulit luarnya.  

Menurut Comer, inilah yang membuat kulit dalam hidung lebih rentan terhadap kerusakan.  

Begitu kerusakan terjadi, bagian dalam hidung akan lambat memperbaiki dirinya sendiri.  

Apalagi, goresan atau luka di dalam lubang hidung akan berkembang menjadi kerak atau koreng.  

Comer menyebut, koreng ini menjengkelkan dan memakan waktu beberapa minggu untuk sembuh.  

"Anda merasakannya, dan Anda akan mengupil lagi, yang membuka kembali luka tersebut dan membuat makin banyak goresan sehingga membuat Anda terus mengupil," ujarnya.  

"Ini lingkaran setan," tegas Comer. 

Halaman
123
Sumber: Intisari Online
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved