Cadar Boleh Enggak Juga Silakan, Yang Penting Jangan Merasa Paling Sempurna Islamnya

Ketua Pengurus Besar Nahdatlul Ulama (PBNU) , Said Aqil Siradj ikut berkomentar soal larangan penggunaan cadar oleh Rektorat UIN Sunan Kalijaga

Cadar Boleh Enggak Juga Silakan, Yang Penting Jangan Merasa Paling Sempurna Islamnya
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj saat merilis refleksi akhir tahun di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2016) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdatlul Ulama (PBNU) , Said Aqil Siradj ikut berkomentar soal larangan penggunaan cadar oleh pihak Rektorat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kepada mahasiswanya.

Menurut Said orang boleh menggunakan cadar ataupun sebaliknya.

"Gunakan Cadar boleh, enggak juga silahkan," kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (9/3/2018).

Baca: Sudah Beranjak Remaja, Intip Gaya Putri Shah Rukh Khan vs Kajol, Mana Favorite Kamu?

Asalkan menurut Said yang menggunakan cadar jangan merasa palin‎g taat, dan paling memahami keislaman. Menurutnya kesempurnaan islam hanya ada di dalam hati dan akhlak.

‎"Jangan merasa paling sempurna Islamnya, kesempurnaan Islam dalam hati, akhlak moral," ujarnya.

Terkait larangan pihak rektorat UIN kepada mahasiswinya untuk menggunakan cadar menurut Said merupakan wewenanga pihak kampus.

Baca: Terbelit Skandal Pelecehan Seksual Para Muridnya, Artis Korea Selatan Ditemukan Bunuh Diri

"Itu urusan UIN saya tudak ikut campur," katanya.

Dikabarkan sebelumnya, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, melarang penggunaan cadar mahasiswi saat beraktivitas di area kampus.

Menurut Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi, UIN telah membentuk tim konseling dan pendampingan kepada mahasiswi bercadar agar mau melepas cadar saat berada di kampus UIN, Senin (5/3/2018).
 

Editor: soni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help