Sidak Lokasi Flyover Retak, Ketua Komisi Malah Adu Mulut dengan Pengawas Lapangan

Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar LampungWahyu Lesmono berang dan sempat adu mulut dengan Sutarno pengawas pelaksana PT Dewantho Cipta Karya.

Sidak Lokasi Flyover Retak, Ketua Komisi Malah Adu Mulut dengan Pengawas Lapangan
Tribunlampung/Romi
Sidak Lokasi Flyover Retak, Ketua Komisi Malah Adu Mulut dengan Pengawas Lapangan 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG – Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar LampungWahyu Lesmono berang dan sempat adu mulut dengan Sutarno pengawas pelaksana PT Dewantho Cipta Karya selaku pengembang flyover Indra Bangsawan –Pramuka.

Kemarahaan dan adu mulut Wahyu Lesmono dengan Sutarno terjadi saat Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung meninjau lokasi flyover Indra Bangsawan- Pramuka yang retak, Rabu (14/3/2018).

Baca: Melawan Tekab 308, Begal Lampung Timur Ditembak Mati

Wahyu menuding pekerjaan flyover dinilai asal-asalan sehingga memicu keretakan di sejumlah bantalan cor yang patah dan banyak kayu  kasau yang digunakan  menyangga plat beton lapuk sehingga pergeseran dan retakan di flyover yang bisa berakibat fatal.

Baca: GATF Beri Tiket Termurah Diskon Hingga 80 Persen

"Pekerjaan ini sangat kotor, alasan buru-buru padahal semua sudah ditentukan dalam kontrak kerja, kenapa tidak dikerjakan dari awal keluat SPK (surat perintah kerja) jangan beralasan,  ini tidak  bener. Bagaimana kalau  ambruk bahaya  bagi masyrakat. Bagaimana kalau menimpa orang,” tegas Wahyu Lesmono.

Sutarno yang juga mendampingi Wahyu langsung membantah pernyataan politisi PAN tersebut. Bahkan ia menantang Komisi III memanggil tim ahli konstruksi dari mana saja. Karena ia berkeyakinan  bantalan beton yang patah  tidak berbahaya pada flyover dan  tidak bakal ambruk.

"Silahkan panggil tim ahli, tidak apa-apa itu retak karena dulu masih mentah dan kita kompres makanya patah,  kita juga buru-buru mau ngecor,  sehingga retak. Tapi gak bahaya kok, aman  ini gak bakalan roboh, itu ada kawatnya di dalam yang saling berhubungan," kata Sutarno.  (*)

Penulis: Romi Rinando
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved