Ini Alasannya Mengapa Nyamuk Bisa Menggigit Manusia Meski dalam Gelap 

Nyamuk betina—yang menularkan beragam penyakit—bahkan bisa mendeteksi keberadaan manusia dari kejauhan.

Editor: Reny Fitriani
shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Karbondioksida adalah daya tarik utama yang bisa mengundang nyamuk hinggap di tubuh manusia. 

Nyamuk betina—yang menularkan beragam penyakit—bahkan bisa mendeteksi keberadaan manusia dari kejauhan.

Baca: 5 Hal Menganggumkan yang Terjadi Pada Tubuh Jika Rutin Minum Madu Sebelum Tidur  

Setelah dekat, si nyamuk sering terlihat membelokkan treknya dan mengarah ke daerah-daerah tertentu dengan bau yang khas, kaki bagian bawah misalnya. 

Baca: Bikin Pangling! Begini Penampakan Najwa Shihab Saat Kenakan Kebaya Karya Anne Avantie

Kenapa?  

Beberapa peneliti dari Amerika Serikat akhirnya menemukan jawaban tersebut. 

Dari beberapa penelitian yang dilakukan, para peneliti yang berasal dari University of California membuat laporan mengenai perilaku nyamuk.

Dalam jurnal Cell disebutkan, reseptor nyamuk yang biasanya menditeksi CO2 ternyata juga mampu mendeteksi bau kulit, dan ini menjelaskan kenapa nyamuk suka dengan bau kulit, bau kaus kaki, pakaian usang, bahkan tanpa keberadaan CO2 sekalipun. 

“Ini adalah kejutan yang sangat menarik, neuron reseptor CO2 yang dihasilkan oleh nyamuk, ternyata merupakan detertor sensitif dari berbagai aroma kulit. Neuron ini bahkan lebih sensitif terhadap molekul bau ini dibanding CO2,” ujar Anandasankar Ray, profesor di Departemen Entomologi dan peneliti utama proyek ini. 

Dari penelitian tersebut, para peneliti juga mengklaim telah menemukan upaya baru untuk mengurangi resiko penularan penyakit oleh nyamuk

Molekul-molekul bau yang mereka temukan dari penelitian tersebut dianggap mampu untuk mereduksi penyebaran penyakit. 

Dalam membuktikan temuannya, para peneliti merancang strategi berbasis kimia untuk menghalagi aktivitas neuron reseptor Aedes aegypti.  

Nyamuk-nyamuk ini kemudian didekatkan pada bau kaki manusia, dan ditemukan, daya tarik nyamuk lebih berkurang. 

Selanjutnya, dengan menggunakan metode kompetasi kimia, para peneliti menyaring hampir setengah juga senyawa dan kemudian mengidentifikasinya. 

Mereka kemudian memilih 138 senyawa berdasarkan karakteristik yang telah disepakati.

Ternyata, senyawa-senyawa tersebut telah digunakan oleh beberapa produk kosmetik.

(Intisari-Online)

Berita ini sudah tayang di Intisari-Online dengan judul "Begini Cara Nyamuk 'Menggambar' Tubuh Manusia sehingga Bisa Menggigit Kita walau dalam Gelap"

Sumber: Intisari Online
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved