Unila Hanya Sediakan 2.289 Kursi Mahasiswa Baru, Yang Daftar Tembus 48.216 Orang

Panitia penerimaan mahasiswa baru Panlok 27 Lampung telah resmi menutup jalur SBMPTN sejak beberapa hari lalu

Unila Hanya Sediakan 2.289 Kursi Mahasiswa Baru, Yang Daftar Tembus 48.216 Orang
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Ilustrasi SBMPTN 
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Panitia penerimaan mahasiswa baru Panlok 27 Lampung telah resmi menutup jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sejak lima hari lalu.
Tercatat ada sebanyak 48.216 calon mahasiswa baru yang ingin berkuliah di kampus hijau Universitas Lampung (Unila) ini.
M Komarudin, selaku humas Panlok 27 Lampung kepada Tribun, Rabu (2/5/2018) mengatakan bahwa sampai hari terakhir kemarin itu ada 48.216 peserta tes SBMPTN.
"Pendaftar ini diluar ekspektasi kita, yang targetnya hanya 20 ribu peserta.
Tapi karena Unila telah akreditasi A mungkin banyak orang tua di luar Lampung juga melirik kampus kita," kata Komarudin.
Jadi nantinya untuk jalur SBMPTN ini Unila akan menerima 2.289 mahasiswa baru, dengan 57 program studi (prodi) yang ditawarkan.
Ini artinya setiap 21 peserta harus bersaing untuk memperebutkan jatah 1 kursi mahasiswa baru.
Program studi yang menjadi primadona pada jalur SBMPTN ini adalah program studi (prodi) pendidikan kedokteran dengan 2.908 peserta,
kemudian 2.850 peserta berminat masuk prodi manajemen, dan 2.592 peserta berminat masuk ilmu hukum.
"Ketiga prodi itu paling banyak diminati oleh peserta SBMPTN tahun ini," katanya.
Komarudin mengatakan, untuk ujian tulis dengan sistem ujian tulis berbasis cetak dan komputer (UTBC dan UTBK) dilaksanakan pada 8 Mei mendatang.
Ada 34 lokasi pelaksanaan ujian yang tersebar di kampus Unila, perguruan tinggi, dan sekolah baik SMP dan SMA yang juga akan dipakai.
Kecuali UTBK akan dilaksanakan di tiga lokasi yakni laboratorium komputer TIK Unila dan Itera, serta laboratorium komputer di Fakultas Kedokteran Unila.
SBMPTN
SBMPTN (Tribun Lampung/Bayu)
UTBK kuotanya dibatasi yang hanya 320 kursi, dan Unila menyediakan 220 kursi di TIK dan FK, sementara di Itera 100 kursi.
Di kartu peserta juga sudah diterangkan sejumlah perlengkapan yang harus dibawa pada ujian tulis nanti.
Baik menggunakan metode UTBC ataupun UTBK juga disosialisasikan kepada pengawas yang akan bertugas nanti.
"Kita sudah mensosialisasikan tupoksi pengawas di tiga tempat, SMK 2 Mei, SMPN 2 dan SMA YP Unila berberapa waktu lalu.
Dengan harapan pemantapan hari ini (kemarin) bisa menunjang pengawasan mereka," kata Komarudin.
Untuk menghindari kasus perjokian, pada saat ujian diharapkan pengawas harus jeli dalam bertugas.
Penentu kelulusan peserta dalam SBMPTN murni diambil dari hasil ujian tulis, dan tidak terpengaruh unsur hasil ujian sekolah ataupun ujian nasional.
Dosen Teknik Elektro ini berharap peserta ujian tulis SBMPTN bisa benar-benar mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian dan belajar dengan maksimal.(byu)

Editor: muhammadazhim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved