Surga Tak Mungkin Semudah Itu, Kata Jusuf Kalla Tanggapi Aksi Bom Bunuh Diri

Justru, kata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu, ganjaran orang yang melakukan tindakan bunuh diri atau membunuh orang lain adalah masuk neraka.

Editor: nashrullah
Garry Andrew Lotulung
Suasana setelah ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengingatkan tindakan bunuh diri atau membunuh orang lain yang tidak bersalah takkan mengantarkan seseorang masuk surga secara otomatis.

"Orang mau bunuh diri, pikirannya bukan pikiran uang, jabatan, tapi pikirannya itu surga. Saya yakinkan surga tak mungkin diperoleh semudah itu," kata Kalla di Hotel Century Atlet, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Justru, kata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu, ganjaran orang yang melakukan tindakan bunuh diri atau membunuh orang lain adalah masuk neraka.

Baca: Pakai Kode Rahasia Smartphone Ini Kamu Bisa Dengar Rekaman Percakapan Telepon

Baca: Petugas Ajak Pemotor Nggak Ngadem Sembarangan, Tapi Alasannya Bikin Ngakak

Baca: Mantan Teroris Ungkap Pesan Terselubung Dari Rentetan Aksi Bom Bunuh Diri di Jawa Timur

"Pasti ujungnya masuk neraka yang seperti itu. Pasti balasannya Allah SWT memberikan hukuman yang setimpal daripada apa yang dilakukannya," kata dia.

JK berdoa, pelaku aksi terorisme yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo kemarin mendapatkan balasan yang setimpal di akhirat.

"Kita semua harus mendoakan bagi korban, dan menjadi mata dan telinga daripada pemerintah untuk jangan terjadi hal-hal seperti itu," kata dia.

"Yang kita sekarang menjadi sangat memprihatinkan dan sangat menyayangkan, dan tentu kita semua mau marah dan mengutuk apa yang terjadi dalam minggu yang lalu ini, minggu ini juga. Teror bom baik yang ada di Jakarta (Depok) juga di Surabaya, perlu diperhatikan. Dibutuhkan kesiapan dan juga tindakan yang tegas daripada aparat keamanan, polisi dan TNI," ujar JK.

Wapres JK mengingatkan, informasi dari masyarakat dibutuhkan untuk meminimalisir kejadian serupa.

"Tapi dibutuhkan juga infomarmasi dari masyarakat informasi apapun yang bisa diperoleh, yang bisa menghentikan atau pun mengawasi orang-orang yang mempunyai sifat yang sangat tercela itu," ujar Wapres JK.

Ia menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam aksis teror tersebut.

"Karena itu kita tentunya sangat menyayangkan karena anak-anak dilibatkan. Jadi bagaimana hebatnya cuci otaknya dilaksanakan, itunyang merusak seluruh bangsa ini," ucap Wapres JK.

Baca: Hari Paling Berdarah di Palestina, 55 Tewas dan 2.700 Luka Dalam Aksi Protes di Gaza

Terkait kemungkinan aksi teror berefek pada penyelenggaran Asian Games 2018, Wapres JK pun mengharapakan peran maskayarat untuk berperan aktif menjaga keamanan di lingkungannnya.

"Karena orang asing itu sama seperti kita, kalau terjadi sesuatu di Pakistan, langsung kita takut masuk Pakistan, padahal mungkin kejadiannya di ujung-ujung utara Pakistan. Sama dengan ini, Asian Games," ujar Wapres JK.

"Dia di Jakarta-Palembang, yang terjadinya ya ada di Jakarta (Depok), yang terjadi kemarin ya di Surabaya, tapi kadang-kadang orang asing tidak tahu membedakannya itu. Karena itu lah maka kita bersama-sama mengatasi hal tersebut," lanjutnya.

Sementara itu, kemarin, Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur akhirnya berhasil mengungkap pelaku penebar teror yang menelepon adanya benda mencurigakan yang diduga bom di Gereja Paroki Santa Anna Duren Sawit beberapa waktu lalu.

Baca: Usai Bunyi Rentetan Tembakan, Warga Lihat Densus Gendong Lima Anak Kecil

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved