Viral Status Pria Diduga Guru Madrasah Sebut Korban Bom ‘Baru Beberapa Ekor’, Ini yang Terjadi
Menteri Agama Lukman Saifuddin membenarkan pria tersebut pernah mengajar beberapa saat di madrasah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Tragedi bom bunuh diri yang terjadi secara beruntun di Surabaya, Jawa Timur meningalkan duka yang mendalam.
Ucapan turut berduka cita pun diberikan oleh masyarakat hingga tokoh penting di negeri ini.
Adanya tulisan tersebut menunjukkan tidak adanya rasa empati yang ditunjukkan oleh Fitri Septiani Alhinduan.
Menyedihkan, ternyata wanita asal Kalimantan Barat itu berprofesi sebagai kepala sekolah di SMP 9 Simpang Hilir, Pontianak.
Tidak hanya Fitri, sikap tidak berempati juga datang dari seseorang bernama Fadly Moonik
Sayang, sudah tak ditemukan lagi akun facebook pria tersebut.
Baca: 4 Anak Pelaku Bom Bunuh Diri Ini Selamat Ledakan, Begini Nasib Mereka Sekarang
Baca: Buka-bukaan Nia Ramadhani Cara Dapatkan Suami Anak Konglomerat Tajir Seperti Ardi Bakrie
Namun, status tersebut berhasil di tangkap layar oleh pengguna akun facebook lainnya.
Kemudian hasil tangkap layar tersebut dibagikan kembali oleh pemilik akun sosial media Twitter @permadiaktivis.
Dalam statusnya, Fadly menyebut jumlah korban bom di Surabaya 'beberapa ekor'.
"Baru beberapa ekor yang mati sudah kalang kabut tak terkira."
"Bagaimana dengan ribuan sodara kami yang dibunuh di Surya, Palenstina, Rohingya, Afganistan, Iraq, Poso, Ambon dll."
"Hadeeeh gitu aja kok panik," tulis Fadly.
Dalam foto yang beredar, Fadly terlihat mengenakan seragam dinas berlogo departemen agama.
Melihat hal tersebut, Menteri Agama, Lukman Saifuddin pun memberikan komentar.
Melalui akun sosial media Twitternya, Lukman menyatakan bahwa yang bersangkutan bukanlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama.
Namun Lukman membenarkan pria tersebut pernah mengajar beberapa saat di madrasah tapi telah dikeluarkan karena pelanggaran aturan madrasah.
Kementerian Agama juga memastikan bahwa Fadly Moonik bukanlah ASN yang bekerja di Kementerian Agama.