Ramadan 1439 H
Siasati Waktu Tidur Agar Badan Tak Lemas Saat Puasa
Sebab saat bulan Ramadan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan saat malam, di antaranya makan sahur.
Penulis: Ana Puspita Sari | Editor: Ridwan Hardiansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Secara fisik maupun psikis, puasa dapat memberikan manfaat terhadap kesehatan.
Hanya saja, manfaat tersebut dapat dirasakan apabila dijalankan dengan benar.
Humas Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung, Asih Hendrastuti mengatakan, satu di antara hal yang tetap perlu menjadi perhatian saat menjalan puasa di bulan Ramadan adalah waktu tidur.
Sebab saat bulan Ramadan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan saat malam, di antaranya makan sahur.
Sehingga, waktu tidur akan berkurang.
Baca: Ini Besaran Ganjaran Pahala Beri Makan Orang Puasa
“Waktu tidur harus tetap, orang dewasa perlu istirahat tidur antara enam jam sampai delapan jam sehari,” ungkap Asih, beberapa waktu lalu.
Meskipun saat menjalani puasa Ramadan, Asih mengungkapkan, jumlah waktu tidur tersebut tak boleh berkurang.
Sebab, hal tersebut dapat berdampak pada tubuh, misalnya terasa lemas.
Untuk menyiasatinya, Asih menuturkan, hal itu dapat dilakuan dengan mengatur jam tidur.
Misalnya, tidur lebih cepat saat malam karena akan makan sahur menjelang Subuh.
“Atau, menyempatkan waktu tidur pada sela-sela kegiatan siang hari meski sebentar. Agar, tubuh kembali segar,” ucap Asih.