Penangkapan Terduga Teroris di Pringsewu Bikin Geger, Mirip Nonton Kuda Kepang

Penangkapan terduga teroris di Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo sempat membuat gempar warga sekitar, Minggu (3/6) pagi.

Penangkapan Terduga Teroris di Pringsewu Bikin Geger, Mirip Nonton Kuda Kepang
Tribun Lampung/Robertus Didik Budiawan
Sejumlah polisi berjaga di depan toko keripik milik terduga teroris Im di Pringsewu, Minggu, 3 Juni 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Penangkapan terduga teroris di Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu sempat membuat gempar warga sekitar, Minggu (3/6) pagi. Tidak hanya itu, kerumunan warga dan pemasangan police line oleh polisi sempat mengundang perhatian pengguna jalan.

Baca: Beredar Video Detik-detik Razan Al Najjar Berjalan Tertatih Usai Ditembak Tentara Israel

Baca: Live Streaming - Siaran Langsung Trans7 MotoGP Italia 2018 - Rossi Diasapi Duo Ducati

Sebab, kediaman para terduga teroris yang berhasil diamankan itu berada di tepi jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pringsewu-Lampung Tengah. "Ramainya kayak orang melihat kuda kepang tadi," ujar Kepala Pekon Waringinsari Barat Woto Siswoyo, Minggu.

Ia mengaku tidak tahu persis bagaimana penangkapan itu terjadi. Woto hanya diminta datang oleh Babinkamtibmas setempat untuk menyaksikan penggeledahan, dan ketika itu posisi sudah ramai. Awalnya dia mendatangi kediaman Im, tapi penggeledahan sudah pindah lokasi di tempat Uj yang jaraknya sekitar 200 meter.

Oleh karena itu lah, dia langsung menuju kediaman Uj. Menurut Woto, saat itu kedua terduga pelaku telah dibawa oleh petugas. "Saya hanya menyaksikan penggeledahan, ada buku-buku tadi yang dibawa," ujarnya.

Woto mengaku tidak tahu dari kesatuan mana yang melakukan penangkapan. Apakah yang melakukan penangkapan Densus 88 atau bukan. Menurut dia, yang jelas dari pihak kepolisian. "Setahu saya ada yang dari Polres Tanggamus, ada yang dari Sektor Sukoharjo," ujarnya.

Babinsa Waringinsari Barat Misno mengaku melihat rombongan petugas yang datang ke lokasi toko obat Uj. Ketika itu, dia sedang menghadiri kegiatan di Balai Pekon Waringinsari Barat. Lantaran acara belum mulai sehingga menunggu.

Sementara warung obat milik Uj berada di dekat Balai Pekon, ada di seberang jalan. Ia menuturkan pada saat itu ada warga yang ribut minta pertolongan karena penangkapan Uj oleh aparat dikira perkelahian. Misno yang ditemui di kediaman kepala Pekon Waringinsari Barat mengaku sempat mendatangi lokasi keributan yang dimaksud.

Tapi begitu paham peristiwa tersebut adalah penangkapan oleh aparat dia lantas diam dan menyarankan warga untuk tidak membantu. Dia yakin bila yang menangkap Uj adalah aparat terlatih karena melihat dari cara melakukan penangkapannya.

Beredar informasi melalui broadcast media sosial, ada tiga orang yang telah ditangkap di wilayah tersebut. Namun Kepala Pekon Waringinsari Barat Woto Siswoyo mengaku hanya tahu dua yang tertangkap.

Sedangkan satu orang lainnya yang disebut berinisial In, kata Woto, saat penangkapan terjadi tidak ada di tempat. "Tapi mungkin penangkapannya diluar wilayah saya," katanya.

Hingga sore tadi, lokasi yang menjadi kediaman terduga teroris masih ramai dengan petugas berpakaian preman. Mayoritas menggunakan penutup hidung dan mulut seperti mengenakan cadar. Sedangkan warga di sekitar rumah terduga teroris tidak terlihat lagi ada di luar rumah.

Sementara itu Kepala Polsek Sukoharjo AKP Wahidin yang ditemui di teras tempat usaha Im mengaku tidak tahu persis soal operasi penangkapan tersebut. Dia mengatakan, hanya diminta pimpinan untuk memasang garis polisi atau police line di toko keripik khas Lampung milik Im dan toko obat milik Uj.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help