Gara-gara Salah Pakai Pembalut saat Haid, Gadis Ini Harus Kehilangan Satu Kakinya
Tak main-main, gara-gara penggunaan pembalut, wanita ini harus kehilangan satu kakinya melalui operasi dan diamputasi.
Penulis: Heribertus Sulis | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -- Siapa sangka, tampon atau pembalut ternyata bisa membuat petaka bagi penggunanya.
Tak main-main, gara-gara penggunaan pembalut, wanita ini harus kehilangan satu kakinya melalui operasi dan diamputasi.
Bagaimana bisa pembalut yang selalu digunakan wanita kebanyakan saat haid bisa membuat kaki diamputasi?
Gejala awalnya adalah demam tinggi, diare, muntah, nyeri otot, dan tekanan darah rendah.
Pengalaman menyedihkan tersebut dialami Lauren Wasser (29).
Gadis ini harus rela satu kakinya diamputasi akibat Toxic Shock Syndrome (TSS) pada 2012 silam.
Wasser terkena TSS akibat tampon atau pembalut berdaya serap tinggi yang ia gunakan.
TSS adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes.
Baca: Teganya! Ibu Tinggalkan Bayinya Tidur di Luar Kamar Kos Sampai Nangis-nangis Nelangsa
Baca: Foto-foto Penobatan Ratu Elizabeth II, Lihat Mahkota yang Dikenakannya!
Setelah mengalami demam tinggi, diare, muntah, nyeri otot, dan tekanan darah rendah, penderita biasanya akan mengalami syok atau bahkan kematian.

Model asal California, Amerika Serikat ini ditemukan tidak sadarkan diri di apartemennya oleh sang ibu.
Ibu Wasser merasa khawatir lantaran sang putri tidak bisa dihubungi.
Sang ibu bahkan menghubungi polisi karena ia sama sekali tidak mendapatkan kabar dari Wasser selama beberapa hari.
Saat ditemukan, di sekitar Wasser terlihat banyak muntahan dan kotorannya sendiri.
Wasser pun segera dibawa ke rumah sakit.
Dari hasil pemeriksaan, Wasser mengalami demam tinggi hingga suhu 41,6 derajat celcius.