Jangan Main-main, Ini Sanksi Tegas Bagi Tenaga Medis Mangkir Piket Lebaran

Dinas Kesehatan Pringsewu tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada petugas medis yang mangkir bertugas selama piket lebaran.

Jangan Main-main, Ini Sanksi Tegas Bagi Tenaga Medis Mangkir Piket Lebaran
wikimediacommons
Ilustrasi dokter 

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan C

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Dinas Kesehatan Pringsewu tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada petugas medis yang mangkir bertugas selama piket lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu Purhadi mengungkapkan sanksi itu tidak tanggung-tanggung.

Baca: Polisi Imbau Hindari Pamer Mudik di Media Sosial, Ini Bahayanya!

Yakni pemberian uang untuk pensiun dini. "Tidak akan segan memberikan sanksi kepada mereka yang bandel atau nakal, tidak datang pada tugas piket melayani masyarakat," ujar Purhadi, Jumat (8/6) di Pringsewu.

Baca: Cuti Bersama Idul Fitri, Disdukcapil Mesuji Tetap Layani Perekaman dan Pencetakan e-KTP

Ia mengungkapkan, atas keberadaan petugas piket yang sudah dijadwalkan itu, pelayanan puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Pringsewu tetap buka. Meskipun libur hari raya lebaran, tempat pelayanan kesehatan ini tetap beroperasi.

Sedangkan yang libur pada tempat pelayanan kesehatan ini adalah administrasinya. Pelayanan kesehatan masih tetap buka di nagian Unit Gawat Darurat. Ia mengungkapkan setiap kali pemiketan itu ada dokter dan perawat yang bertugas.

Sedangkan untuk puskesmas yang buka hanya puskesmas induk saja. Sedangkan puskesmas pembantu tenaganya diperbantukan di puskesmas induk. Mengingat penjagaan puskesmas selama libur lebaran ini secara bergantian atau aplusan.

Purhadi membeberkan, jumlah puskesmas di Kabupaten Pringsewu ada 13 puskesmas induk. Sebanyak 11 diantaranya berupa Puskesmas Rawat Inap. Jumlah itu tersebar di sembilan kecamatan yang ada di Bumi Jejama Secancanan.

Wakil Ketua I DPRD Pringsewu Sagang Nainggolan mengharapkan Dinas Kesehatan bijak dalam memberikan keputusan terhadap jajarannya. Mengingat pada Idul Fitri ini selain fokus pelayanan kepada masyarakat, disisi lain juga harus mengharagai suasana lebaran.

Mengingat, lebaran itu menjadi momen untuk saling memaafkan. "Kita juga harus memberi kesempatan untuk menjalankan tradisi tersebut," ujar Sagang.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help