Cerita Pengusaha Yang Pelihara 6 Ekor Ikan Arapaima Gigas

Nama ikan Arapaima Gigas habitat asli hutan amazone menjadi bahan perbincangan.

Cerita Pengusaha Yang Pelihara  6 Ekor Ikan Arapaima Gigas
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Ikan Arapaima Gigas di Kolam Rumah Kayu 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Nama ikan Arapaima Gigas yang memiliki habitat asli di hutan amazone menjadi bahan perbincangan.

Ikan yang ditemukan warga di alam bebas di aliran Sungai Brantas, Jawa Timur belum lama ini ternyata tidak mengerikan seperti yang dibayangkan.

Baca: Laka Maut Satu Keluarga, Orangtua: Saya Tak Percaya Lihat Anak Cucu Saya Terjepit Mobil

Di Taman Santap Rumah Kayu yang terletak di Jalan Arif Rahman Hakim No.45 Way Halim Bandar Lampung ikan ini dipelihara dan dijadikan sarana edukasi.

 Owner Rumah Kayu, Ali mengaku ikan Arapaima itu tidak mengerikan mengerikan seperti yang ada di sebutkan di televisi maupun media massa.

"Saya merawat ikan ini sudah ada 10 tahun, seperti hal yang dijelasin di televisi itu saya gak setuju. Ikan ini tergolong jinak bukan aligator, sifatnya tidak jauh seperti ikan gabus, kalau memahami ikan gabus, ya itulah ikan Arapaima," ungkap Ali, Rabu 4 Juli 2018.

Masih kata dia, ikan Arapaima mudah stress jika lingkungannya tidak membuat hewan berhabitat air tawar ini nyaman.

Baca: Sama-sama Sedang Hamil, Vicky Shu dan Kahiyang Ayu Pamerkan Perut Buncitnya

Baca: Ini Aplikasi yang Digunakan Bowo Alpenliebe Usai Tik Tok Diblokir Kominfo

Baca: Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Ditraktir Anaknya, Sekali Makan Habisnya Rp 10 Juta

"Ini sekarang tinggal enam, kalau dulu memang lumayan banyak. Dan kalau membersihkan nyemplung gak digigit, asal jangan mengagetkan, kalau kaget ikan ini langsung lari.

Dan kalau sekali terbentur kepalanya pasti mati, bahkan mati, dan kalau dipindahin tidak hari-hati 100 persen mati," jelasnya.

Ali pun mengaku memiliki hobi ikan, sehingga segala jenis ikan ia kumpulkan untuk koleksinya.

Ikan Arapaima Gigas di Kolam Rumah Kayu
Ikan Arapaima Gigas di Kolam Rumah Kayu (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

 "Dan disini (Rumah Kayu) banyak jenis yang saya pelihara, termasuk ikan arapaima bahkan toman.Ya tujuan saya untuk sarana edukasi, ini lo jenis-jenis ikan wujudnya seperti ini, saya sempat mengurus perizinannya juga," katanya.

Ali menuturkan mendapatkan ikan arapaima ini dari sumbangan teman-temannya dari luar Lampung yang sudah tak mampu merawat dan memberi makan.

"Ada yang diberi dan ada yang beli, waktu itu saya beli itu ukuran 60 hingga satu meter. 10 tahun lalu saya beli kisaran harga Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, beli di penjual ikan hias," ucap Ali.

Halaman
1234
Editor: Safruddin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help