Iduladha 2018

Menjelang Iduladha 2018, Niat dan Tata Cara Salat Ied

kepastian penetapan Hari Raya Iduladha 2018 masih harus menunggu sidang isbat, yang akan digelar Kementerian Agama.

Menjelang Iduladha 2018, Niat dan Tata Cara Salat Ied
Tribunlampung.co.id/Okta Kusuma Jatha
Ilustrasi - Salat Iduladha 2017 di Stadion Pahoman, Bandar Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Iduladha 2018 masehi atau 1439 hijriah diperkirakan akan jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018.

Meski begitu, kepastian penetapan Hari Raya Iduladha 2018 masih harus menunggu sidang isbat, yang akan digelar Kementerian Agama.

Baca: Jelang Iduladha 2018, Niat Puasa Tarwiyah dan Niat Puasa Arafah serta Keutamaannya

Pada kalender Islam atau hijriah, Iduladha jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Saat itu, seluruh umat muslim yang menunaikan ibadah haji di Arab Saudi, sedang bergerak dari Muzdalifah menuju Mina, untuk melontar jumrah.

Umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat Ied, serta menyembelih hewan kurban.
Hukum salat Iduladha adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.
Meski hukumnya bukan wajib, salat Ied lebih baik dilakukan bagi laki-laki ataupun perempuan.

Pelaksanaan salat Iduladha sedikit berbeda dengan salat wajib lima waktu.

Satu di antaranya, pelaksanaan salat Iduladha tidak didahului azan dan ikamah.

Salat Iduladha ataupun Idulfitri dilaksanakan setelah matahari terbit hingga masuk waktu dhuhur.

Namun, pelaksanaan salat Iduladha dianjurkan untuk mengawalkan waktu.

Hal tersebut untuk memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat, yang ingin menyembelih hewan kurban.

Salat Iduladha dilaksanakan dua rakaat secara berjemaah, dan terdapat khutbah setelahnya.

Namun bila tak bisa berjemaah karena terlambat atau halangan lain, salat Iduladha dapat dilaksanakan di rumah, daripada tidak sama sekali.

Baca: Iduladha 2018, Hikmah dan Keutamaan Melaksanakan Ibadah Kurban

Berikut, niat dan tata cara salat Iduladha, sebagaimana disarikan dari kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi, satu di antara pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus, seperti dilansir NU online.

Halaman
123
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help