Kisah Balita Pringsewu Idap Atresia Esofagus, Hanya Bisa Minum Lewat Selang di Perutnya (1)

Fariz minum susu setiap dua jam sekali. Tak heran jika dalam tempo 24 jam saja, Fariz bisa menghabiskan satu kaleng susu.

Kisah Balita Pringsewu Idap Atresia Esofagus, Hanya Bisa Minum Lewat Selang di Perutnya (1)
Tribun Lampung/Robertus Didik Budiawan
Fariz minum susu melalui selang yang tertancap di perutnya, Senin, 30 Juli 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - "Susunya mana? Susunya," ujar Achmad Fariz Taufik, Senin, 30 Juli 2018 sekitar pukul 10.00 WIB.

Usai berucap, bocah penderita atresia esofagus asal Pringsewu, Lampung ini mengalihkan perhatiannya ke layar televisi di hadapannya.

Bocah 2,5 tahun ini langsung merebahkan diri di kasur dengan didampingi neneknya, Mariatun (75).

Dari arah ruang belakang, datanglah asisten rumah tangga dengan membawa sebotol susu. Namun, cara Fariz minum susu berbeda dengan anak-anak seusianya.

Baca: Sedih Lihat Anaknya Idap Leukemia, Sosok Ini Yang Kuatkan Artis Denada

Sang nenek langsung menyingkap baju yang menutupi perut Fariz. Terlihat selang sepanjang kurang lebih 30 cm.

salah satu ujungnya tertanam di perut Fariz. Sementara ujung lainnya terdapat tabung sebagai wadah memasukkan susu.

Begitulah cara Fariz minum susu. Cara itu pula yang dijalaninya selama ini.

Berkat pertolongan alat bantu itu, tubuh Fariz bisa mendapat asupan gizi. Akibat kelainan yang dialaminya, Fariz tidak mengonsumsi asupan selain susu.

Baca: Ayah Tinggalkan Putrinya Idap Kelainan Genetik, 22 Tahun Kemudian Sang Putri Berbahagia karena Ini

Fariz minum susu setiap dua jam sekali. Tak heran jika dalam tempo 24 jam saja, Fariz bisa menghabiskan satu kaleng susu.

Fariz divonis menderita kelainan atresia esofagus sejak lahir. Ia tidak memiliki saluran dari tenggorokan ke perut sebagai pengantar makanan.

Fariz tidak bisa memperoleh asupan makanan melalui mulutnya. Setiap kali makan melalui mulut, makanan tersebut keluar dari lubang yang sengaja dibuat di kerongkongannya.

Lubang tersebut berfungsi mengeluarkan liur supaya tidak masuk ke dalam paru-parunya. Kalau ingin makanan tertentu, Fariz hanya dapat merasakan dengan mencecapnya. Ia tidak bisa menelannya. (*) 

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved