Bupati Nunik Sebut TKW Asal Lamtim yang Ditahan Majikannya Pulang Minggu Ini

Bupati Nunik Sebut TKW Asal Lamtim yang Ditahan Majikannya Pulang Minggu Ini

Bupati Nunik Sebut TKW Asal Lamtim yang Ditahan Majikannya Pulang Minggu Ini
Tribunlampung/Romi
Nunik 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Lampung Timur Sarisih (42) yang saat ini berada di Kedutaan Besar RI (KBRI) Amman, Jordania, direncanakan pulang ke Indonesia dalam pekan ini.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim.

Menurut Nunik, sapaan akrabnya, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), majikan Sarisih diberi waktu untuk menyelesaikan hak-hak Sarisih pada pekan ini.

“Tanggal pastinya belum ada, tetapi informasinya minggu ini sudah harus diselesaikan oleh majikannya. Kami tetap pantau sampai sejauh mana nanti prosesnya,” kata Nunik usai menghadiri pelantikan Kepala Perwakilan BPKP Lampung di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu 1 Agustus 2018.

Nunik juga memastikan, ada pengacara yang sudah siapkan jika nantinya majikan Sarisih tidak menyelesaikan tanggungannya.

“Ada lawyer di sana (KBRI). Akan diambil langkah-langkah (hukum) kalau sampai deadline itu tidak dipenuhi. Biaya pemulangan juga menjadi kewajiban dari majikannya,” tegas Nunik.

Sementara itu, anak Sarisih, Ferdina Nur Fitria (21) mengaku belum menerima informasi apapun dari KBRI.

Ferdina mengatakan, baru dua hari lalu dihubungi oleh KBRI dan belum memastikan kapan kepulangan sang ibunda.

“Saya malah belum dapat kabar apa-apa dari KBRI. Biasanya KBRI menghubungi saya kalau ada informasi terbaru,” kata Ferdina Rabu 1 Agustus 2018.

15 Tahun Terpisah

Perjuangan Ferdina, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, untuk bertemu ibunya yang terpisah 15 tahun, akhirnya membuahkan hasil.

Sang ibu, Sarisih (42) tenaga kerja wanita asal Lampung Timur yang ditahan majikannya di Yordania, kini sudah berhasil ditemukan.


Saat ini, Sarisih sudah berada di Kedutaan Besar RI (KBRI) Amman, Yordania. Tak lama lagi, ia akan dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Sumbersari, Kecamatan Sekampung, Lamtim.


Sarisih sudah 15 tahun bekerja di Yordania, tepatnya sejak 2003.

Ia tak bisa pulang ke Indonesia karena ditahan oleh majikannya. Ia pun tak melapor ke KBRI karena diancam oleh sang majikan.


Keberadaan Sarisih yang tak diketahui di negeri orang itu, akhirnya terlacak berkat perjuangan sang anak.

Kendati demikian, bukan hal mudah bagi Ferdina untuk mengetahui keberadaan ibunya.


Ia sudah dua kali mendatangi Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Lampung.

Ferdina juga mendatangi pihak agen di Jakarta yang memberangkatkan ibunya.

Namun, hasilnya nihil. Tak patah arang, Ferdina meminta bantuan kepada Presiden Jokowi.

Melalui suratnya kepada Presiden Jokowi, Ferdina meminta bantuan pemerintah untuk memulangkan ibunya.


"Saya mohon, bantu Ibu saya. Bantu saya Pak Jokowi untuk memulangkan Ibu saya, bukankah Ibu saya warga Indonesia? Saya mohon bantuan Bapak Jokowi," tulis Ferdina, dikutip dari Kompas.com, Minggu (29/7).


Laporan itu mendapat respons positif. Petugas Dubes RI di Amman berhasil menemukan Sarisih.

"Kami akan segera pulangkan Ibu Sarisih kepada keluarganya. Tapi sebelum dipulangkan, kami akan pastikan terlebih dahulu semua hak-haknya terpenuhi," ujar Andy Rachmianto, Duta Besar RI Amman.


Sementara itu, Ferdina menuturkan, pencarian terhadap sang ibu dimulai pada Januari 2018.

Ketika itu, Ferdina mendapat informasi dari temannya, bahwa permasalahan mengenai TKI bisa dilaporkan.

Sebelumnya Ferdina mengaku bingung harus ke mana mencari sang ibu.


"Pas dikasih tahu teman, kebetulan di Bandar Lampung ada, BP3TKI. Januari (2018) aku melapor, ngasih surat pengaduan. Katanya bakal diproses, suratnya bakal disampaikan ke KBRI," kata Ferdina kepada Tribun, Minggu.

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved