Pemkab Pesawaran Selenggarakan FGD Pengembangan Pariwisata
Pemerintah Kabupaten Pesawaran mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Pesawaran.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan C
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Pemerintah Kabupaten Pesawaran mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Pesawaran, Selasa (14/8) di Aula Pemkab Pesawaran.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan melalui kegiatan FGD ini menjadi momentum untuk sama-sama belajar, saling bertukar fikiran dan saling memberikan masukan sehingga tercipta ide kreatif dan cemerlang.
Baca: Dukung Program 19-21, Bunda PAUD Lamteng Ajak Orangtua Matikan TV dan Handphone
Dia berharap ide-ide tersebut dapat berdampak pada kemajuan pariwisata yang ada di Bumi Andan Jejama. Dendi mengatakan, pariwisata bukan lah sektor yang berdiri sendiri, melainkan berada satu rangkaian dengan sektor lain.
Baca: Pasangan Kekasih Gugurkan Janin Hasil Hubungan Gelap Lalu Disimpan di Jok Motor
"Kita juga harus melihat bahwa inti dari industri pariwisata adalah kreativitas, sebab tanpa kreativitas maka pariwisata tidak akan dapat berkembang dengan baik," ujarnya.
Oleh karenanya untuk memaksimalkan hal tersebut diperlukan peran aktif, kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat, baik dari unsur Pemerintah, Akademisi, Pelaku Bisnis, Media, para Komunitas, serta Stakeholder dalam melaksanakan pengembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Pesawaran.
Dalam rangka pengembangan pariwisata, Dendi mengungkapkan, potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Pesawaran diantaranya: wisata pantai, wisata alam dan wisata pulau.
Dia memastikan, demi pengembangan wisata, Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan semu pihak harus selalu bersinergi. Tanpa sinergi dari masyarakat, stakeholder dan seluruh pihak yang terkait, maka pengembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Pesawaran sulit bahkan mungkin tidak akan berhasil.
Sebab, lanjut dia, Pemerintah Daerah dengan segala sumber yang dimiliki tidak mungkin melaksanakan pembangunan dan pengembangan pariwisata tanpa dukungan dan peran serta masyarakat.