Kisah Rana dan Rani, Balita Kembar Asal Katibung yang Dirawat Buruh Serabutan

Sang ibu meninggal dunia saat melahirkan keduanya di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung pada 2017 lalu.

Kisah Rana dan Rani, Balita Kembar Asal Katibung yang Dirawat Buruh Serabutan
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Yadi menggendong salah satu anak kembarnya. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KATIBUNG - Rana dan Rani, balita kembar asal Desa Neglasari, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, diasuh oleh sang ayah yang hanya seorang buruh serabutan.

Yadi (38), sang ayah ingin kelima anaknya, termasuk si kembar Rana dan Rani, bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Sebagai orangtua, Yadi tidak mau anak-anaknya memiliki kehidupan seperti dirinya. 

"Tentu sebagai orangtua saya ingin anak-anak saya bisa mengenyam pendidikan tinggi dan jadi orang sukses. Jangan seperti bapaknya," kata Yadi, Minggu, 16 September 2018.

Baca: Ibunda Meninggal Saat Melahirkan, Kehidupan Balita Kembar Rana Rani Sangat Memprihatinkan

Baca: Jalani Program Bayi Tabung, Luh Gede Dikaruniai 4 Bayi Kembar

Rana dan Rani, balita berusia 1,5 tahun, tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu. Sang ibu meninggal dunia saat melahirkan keduanya di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung pada 2017 lalu.

Kondisi Rana dan Rani sangat memprihatinkan. Karena kondisi ekonomi orang tuanya yang kekurangan. Akitabnya, pertumbuhan Rana dan Rani tidak seperti anak-anak lainnya.

Kondisi Rana dan Rani ini sempat menjadi viral di Facebook. Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto pun telah melihat langsung kondisi keluarga Yadi yang tinggal di sebuah rumah gubuk lapuk. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved