Tribun Metro

RSUD Ahmad Yani Metro Luncurkan Program 10 Clinical Pathway

Memperingati hari jadi ke-46, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Kota Metro meluncurkan program 10 Clinical Pathway, Selasa (2/10).

RSUD Ahmad Yani Metro Luncurkan Program 10 Clinical Pathway
Tribunlampung/Indra
bahu jalan rsud ahmad yani 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID. METRO - Memperingati hari jadi ke-46, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Kota Metro meluncurkan program 10 Clinical Pathway, Selasa (2/10).

Wali Kota Achmad Pairin mengatakan, RSUD harus bisa melayani dengan hati. Karena itu perlu dijaga kekompakan bersama dalam memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, dengan tetap mengedepankan senyuman kepada pasien maupun keluarganya.

Baca: Tuntaskan Perilaku BAB Sembarangan, Pairin Perintahkan Lurah Data Warga Belum Memiliki Jamban

"Saya memberi apresiasi kepada para dokter dan karyawan yang mendapatkan prestasi atas kinerjanya. Tak lupa saya ingatkan untuk dapat memperhatikan mengenai masalah sarana dan prasarananya dengan cara mengevaluasi letak kekurangan," tukasnya saat memimpin apel di Halaman Kantor RSUD Ahmad Yani.

Baca: Pelayanan Dituding Lelet, BPJS dan RSUD A Yani Saling Lempar

Ia mengaku, dirinya memiliki keyakinan jika RSUD Ahmad Yani ke depan akan jauh lebih maju. Namun, untuk menggapai hal tersebut perlu ada kerja sama yang solid dari seluruh jajaran yang terlibat. Terlebih telah diluncurkan program 10 Clinical Pathway.

Sementara Direktur RSUD Ahmad Yani Erla Andriyanti menjelaskan, pihaknya menambah 10 clinical pathway. "Jadi total kita sudah memiliki 15, karena sebelumnya kita sudah punya 5. Kami mengharapkan itu akan tambah terus setiap tahunnya dalam rangka pengendalian mutu dan biaya," tandasnya.

Clinical Pathway adalah jalur klinis atau sebuah pedoman yang digunakan untuk melakukan tindakan klinis berbasis bukti pada fasilitas layanan kesehatan. Dimana hal yang berkaitan dengan clinical pathway telah ditetapkan dalam undang-undang nomor 29 tahun 2004.

Adapun manfaat yang diharapkan dari clinical pathways selain adanya peningkatan mutu pelayanan standar berdasarkan studi kedokteran berbasis bukti, diharapkan adanya efektivitas biaya. Karena dapat digunakan sebagai salah satu unsur untuk melakukan audit medis yang berujung pada peningkatan mutu pelayanan. (dra)

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved