Tribun Lampung Selatan
Jadi Magnet Wisatawan, Gunung Anak Krakatau Didorong Jadi Taman Wisata
Arief menambahkan, jika berbicara pengembangan pariwisata, memang Gunung Anak Krakatau termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Lampung Arief Nugroho mengungkapkan, saat ini status Gunung Anak Krakatau (GAK) adalah cagar alam.
Meski demikian, kata Arief, dalam beberapa kesempatan ada dorongan dari berbagai pihak agar sebagian kawasan Gunung Anak Krakatau dijadikan taman wisata alam (TWA).
“Jadi sebagian dari cagar alam, terutama di gunungnya, itu direkomendasikan menjadi TWA,” ujar Arief, Minggu, 7 Oktober 2018.
Arief menambahkan, jika berbicara pengembangan pariwisata, memang Gunung Anak Krakatau termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Cuma, terus Arief, memang pengembangannya hanya di daerah penyangganya saja seperti Pulau Sebesi.
“Terkait dengan fenomena Gunung Anak Krakatau sendiri itu memang magnetnya. Tetapi fokus pengembangan kami lebih ke sekitarnya. Pulau Sebesi, Kalianda dan daerah sekitarnya,” papar Arief.
Fenomena lava pijar yang saat ini terus dikeluarkan oleh Gunung Anak Krakatau, Arief mengatakan, tidak ada masalah bagi wisatawan jika ingin datang menikmati pemandangan tersebut.
Baca: Bukannya Takut, Wisatawan Malah ”Nikmati” Pemandangan Menakjubkan Lava Pijar Gunung Anak Krakatau
Asalkan, mengikuti aturan yang sudah ditetapkan pihak-pihak terkait.
“Kalau tidak salah kan batas amannya radius dua kilometer dari puncak Gunung Anak Krakatau. Artinya, jika menikmati pemandangan dari Sebesi, misalnya, itu masih masuk radius aman,” papar Arief.
Terkait jumlah wisatawan yang datang, Arief mengaku belum mengetahui pasti.
Karena, pihaknya belum mendapatkan informasi, baik dari Dinas Pariwisata Lampung Selatan maupun BKSDA.
“Saya belum tahu berapa jumlahnya,” ucap Arief.
Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) dalam tiga bulan terakhir menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian wisatawan.
Aktivitas lava pijar Gunung Anak Krakatau pada sore hingga menjelang malam menjadi momen indah yang ingin dinikmati wisatawan.