Bubuk Merica hingga Teman Satu Sel, 5 Fakta di Balik Kematian Gembong Pembunuh Akbar Ampuh
Bubuk Merica hingga Teman Satu Sel, 5 Fakta di Balik Kematian Gembong Pembunuh Akbar Ampuh
Penulis: Heribertus Sulis | Editor: Heribertus Sulis
Bubuk Merica hingga Teman Satu Sel, 5 Fakta di Balik Kematian Gembong Pembunuh Akbar Ampuh
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Gembong narkoba sekaligus otak pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan enam orang sekeluarga menghembuskan nafas terakhir di penjara.
Akbar Ampuh alias Rangga alias Angga Bin Sangking (32) ditemukan tewas dalam keadaan terborgol di samping jamban ruang isolasinya, di Blok I/1 Lapas Klas I Gunungsari, Makassar, Senin (22/10/2018).
Pihak keluarganya, ikhlas saat diberitahu Akbar bunuh diri.
"Kami ikhlas ji," kata Sangking Dg Katti (52), ayah kandung Akbar di selasar Ruang Biddokkes RS Polri Bhayangkara, Makassar.
Kematian gembong narkoba dan pelaku pembunuhan ini menguak fakta-fakta yang terjadi di balik jeruji besi.
Teman satu sel
Setelah dimasukkan di ruang isolasi, Pihak keluarga tak tahu menahu kondisi anaknya selama lebih 32 hari.
Mereka putus komunikasi.
Annisa (25 tahun), istri Akbar, yang saban akhir pekan atau Jumat, datang bersama anak membesuk suami sama sekali tak dapat kabar.
Sejak September, Akbar diisolasi di sel ukuran 2x1,5 m di sisi belakang Lapas tertua di Sulawesi itu.
Di sel Isolasi, Akbar ditemani seorang teman, tersangka kasus narkotika dan juga pembunuhan berencana.
Dari keterangan resmi polisi, sang teman baru tahu, rekan se-selnya meninggal dunia setelah badan Akbar diguncang-guncang tapi tetap tak bergerak.
Di kamar itu, satu kaki dan tangan Akbar diikat dengan borgol terali baja sepanjang 1 m.
Ada fakta lain yang terungkap dari misteri kematian Akbar.