Ribuan Ikan Mas Mati Mendadak, Peternak sampai Bingung Bagaimana Membuangnya

Ribuan Ikan Mas Mati Mendadak, Peternak sampai Bingung Bagaimana Membuangnya

twitter/@jenanmoussa - Ribuan Ikan Mas Mati Secara Misterius di Irak 

Ribuan Ikan Mas Mati Mendadak, Peternak sampai Bingung Bagaimana Membuangnya

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ribuan ikan mas di Irak yang berada di Sungai Eufrat mati secara misterius.

Peternak ikan mas harus merugi karena kejadian di Sungai Eufrat ini.

Saking banyaknya ikan mas yang mati, Sungai Eufrat dipenuhi bangkai ikan yang membusuk.

Baca: Kecelakaan Maut di Bypass Bandar Lampung - Naik Motor Bonceng 4, Ibu dan Anak Tewas Terlindas

Dikutip dari Kompas.com, Senin (5/11) bangkai ikan yang mengambang, menumpuk di tepian sungai bercampur dengan sampah dan ban bekas.

Kejadian yang terjadi pada Jumat, (2/11) ini membuat warga tepian sungai Eufrat sengsara.

Hal ini karena bau busuk yang menyengat dari bangkai ikan.

Warga memang sengaja membiarkan bangkai ikan berada di sana karena tak mampu membersihkannya saking banyaknya.

Terlebih mereka juga membiarkan bangkai ikan itu untuk memberi sumber makanan kepada burung-burung liar.

Salah satu peternak ikan di sungai Eufrat, Hussein Faraj nampak mengumpulkan sebagian bangkai ikan.

Baca: Viral Video Rekaman Roy Kiyoshi Tahun Lalu: Praying for Lion Air JT 160, Netizen Kaget

Ia sengaja mengumpulkannya untuk diteliti sebab dari ikan-ikan ini mati.

"Ada yang mengatakan ikan-ikan mati karena penyakit, ada juga yang mengatakan karena bahan kimia," kata Faraj.

"Kami masih menanti solusi dari pemerintah dan hasil pengujian air. Kami khawatir air ini juga dapat meracuni kami di kemudian hari," tambahnya.

Memang pada tahun ini sungai di Irak tercemar yang menyebabkan 100.000 orang sempat dirawat di rumah sakit karena bau busuk limbah di RS kota Basra.

"Penyebab penyakit ini masih menjadi misteri dan tidak terkendali. Sekitar 90 persen ikan di peternakan kami mati," kata Jaafar Yassin, kepala unit pertanian kota.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved