Kecelakaan Maut di Bypass Bandar Lampung - Naik Motor Bonceng 4, Ibu dan Anak Tewas Terlindas

Kecelakaan Maut di Bypass Bandar Lampung - Naik Motor Bonceng 4, Ibu dan Anak Tewas Terlindas

Penulis: hanif mustafa | Editor: Heribertus Sulis
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Kecelakaan maut di Bypass. Bus pariwisata B 7190 FGA yang melindas ibu dan anak di Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung, Minggu, 4 November 2018, diamankan polisi. 

Kecelakaan Maut di Bypass Bandar Lampung - Naik Motor Bonceng 4, Ibu dan Anak Tewas Terlindas

BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Suasana duka menyelimuti kediaman Syawal Pane (28) di Dusun Sinar Banten, Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Istri dan anaknya, Nunung Rahayu (27) dan Sinta Pane (2), menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta, Bypass, Bandar Lampung, Minggu (4/11), sekitar pukul 10.00 WIB.

Keduanya berboncengan bersama tetangga korban, Mei Suri (33) dan Anisa Putri Azhara (11), juga ibu dan anak, menaiki satu motor.

Mereka berempat berencana mencari apotek untuk membeli obat. Karena tidak menemukan obatnya di daerah Natar, mereka pun menuju Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung.

Baca: Dua Kecelakaan Maut Beruntun di Lampung, Renggut Nyawa Pengantin Baru dan Siswa SMK

Namun nahas, saat berada di depan Bengkel Karoseri Urang Diri 3, Kelurahan Labuhan Dalam, Bandar Lampung, motor mereka disenggol bus pariwisata. Keempatnya terjatuh.

Dua korban jatuh ke arah jalanan dan tertabrak bus hingga meninggal dunia.

Sementara, Mei Suri dan Anisa jatuh ke bahu jalan. Mereka selamat namun mengalami luka-luka dan kini dirawat di rumah sakit.

Hari itu juga jenazah kedua korban langsung dimakamkan diiring Syawal Pane dan para tetangga.

Syawal pun tak kuasa menahan tangisnya saat melihat kedua orang yang dicintai itu masuk ke dalam liang lahat.

Ia tak sanggup berkata-kata, selain terus menangis melihat keduanya dimakamkan secara bersamaan.

Baca: Model Cantik Rini Puspitawati Pakai High Heels Saat Kecelakaan Maut Honda CR-V Masuk Jurang?

Sementara sanak saudaranya belum datang, karena mereka perantauan.

Di Dusun Sinar Banten, Syawal bersama keluarga mengontrak. Syawal dari Medan, sementara sang istri dari Rawa Jitu.

Usai proses pemakaman dan saat dirinya sudah sedikit tenang, Tribun mengajaknya berbincang.

Syawal pun menceritakan, dirinya serasa mendapat firasat sebelum istri dan anaknya meninggal dunia kecelakaan.

Ia mengaku, sekitar pukul 01.00 hingga pukul 03.00 WIB, Minggu, tidak bisa tidur. "Kebetulan si kecil (Sinta Pane) panas dingin," ungkapnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved