Tribun Metro

Mulai Hari Ini PLN Tertibkan Sambungan Listrik Ilegal di Metro

Karenanya, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Metro akan melakukan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) pada pelanggan setempat

Mulai Hari Ini PLN Tertibkan Sambungan Listrik Ilegal di Metro
Manager PLN UP3 Metro I Gede Adhi Wiratma mengecek alat tim P2TL, Rabu (11) 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - PLN Lampung merugi miliaran rupiah per bulan akibat KwH meter dan sambungan ilegal. Karenanya, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Metro akan melakukan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) pada pelanggan setempat. Penertiban ini mulai berlangsung kemarin dan sampai batas yang tidak ditentukan.

Senior Manager Distribusi PLN Lampung Bagus Hari Abriyanto mengatakan, untuk penertiban, pihaknya menggandeng PT Lisna Abdi Prima untuk meningkatkan ketertiban listrik kepada pelanggan.

Baca: Pemadaman PLN Ganggu Anak yang Ujian Sekolah

"Ada 10 tim terdiri dari 42 orang. Dan itu didampingi aparat penegak hukum. Jadi mulai hari ini (kemarin) dan seterusnya, kita akan melakukan P2TL. Agak terlambat sebenarnya, tapi sekarang sudah saatnya penertiban alat ukur pelanggan," ujarnya saat memimpin apel P2TL di PLN UP3 Metro, Rabu (7/11).

Dijelaskannya, P2TL dilakukan karena banyak alat ukur yang sudah berumur belasan hingga puluhan tahun. Karenanya, supaya ada integritas pada alat ukur dan membuat PLN bisa operasi dengan baik, maka diperlukan pengecekan.

"Kalau pendapatan atau pemasukan benar, maka PLN bisa maksimal. Tapi kalau kita kehilangan KwH, entah di lapangan atau karena temuan lainnya, maka upaya memberikan pelayanan secara maksimal pun bisa terganggu," tukasnya.

Baca: 11 Regu P2TL PLN Tertibkan Pemakaian Tenaga Listrik

Ia mengibaratkan, dari Bandar Lampung mengirim 1.000 telur ke Kota Metro. Namun, saat sampai ternyata cuma 900. Berarti ada yang hilang di jalan. Bisa jadi karena alat timbang salah atau karena memang ada bajing loncat.

"Makanya kita perlu cek. Apakah hilangnya itu ada di KWH meter atau kemungkinan jatuh itu karena bajing loncat, jadi tidak lewat meter, tapi diambil di tengah jalan alias sambungan liar. Tapi, tetap P2TL ini kita kedepankan sikap ramah dan profesional," ungkapnya.

Saat ditanya berapa estimasi kerugian dari pemasalahan KWH meter ataupun sambungan liar, Bagus mengaku, sekitar 10 persen dari total daya di Lampung. "Ada hitungannya. Tapi ya kira-kira segitu. Ya miliaran lah kalau hitungan duit dalam satu bulan," imbuhnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved