Tribun Bandar Lampung

Beraksi Dini Hari hingga Subuh, Komplotan Pencuri Bobol 5 Sekolah

Team Khusus Antibandit 308 Kriminal Polresta Bandar Lampung meringkus empat tersangka curat.

Beraksi Dini Hari hingga Subuh, Komplotan Pencuri Bobol 5 Sekolah
Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyo (kiri) menghadirkan empat tersangka spesialis pembobol sekolah dalam ekspose kasus di polresta, Kamis, 8 November 2018. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Team Khusus Antibandit 308 Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung meringkus empat tersangka pencurian dengan pemberatan. Keempatnya merupakan komplotan spesialis pembobol sekolah.

Empat tersangka itu adalah Nova Susanto (29), residivis kasus jambret; Dedi (24), residivis kasus judi; serta Asep Arwandi (24) dan Muhammad Riki (25), otak pencurian. Mereka warga Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Komisaris Harto Agung Cahyo mengungkapkan, keempatnya telah beraksi di 20 tempat kejadian perkara. Mayoritas menyasar sekolahan.

"Mereka mengincar sekolah atau rumah yang sekiranya kosong. Khusus sekolah, mereka biasanya beraksi pas libur (anak sekolah). Sementara untuk rumah, mereka lihat dulu lokasi sekitar. Kalau sepi, mereka beraksi," beber Harto di polresta, Kamis (8/11/2018).

Dalam beraksi, jelas Harto, komplotan ini berbagi tugas. Tiga orang di antaranya sebagai eksekutor pencurian. Ketiganya bermodalkan pisau dan gunting untuk mendongkel pintu. Sementara satu orang lainnya bertugas menjual barang-barang hasil curian.

"Mereka memiliki tugas masing-masing. Tiga orang bertugas melakukan eksekusi pencurian, satu orang bertugas menjual barang hasil curian," kata Harto. "Mereka mengincar barang-barang yang gampang dijual, seperti laptop," imbuhnya.

Muhammad Riki, satu dari empat tersangka curat, mengungkap setidaknya lima sekolah yang sudah disasar bersama rekan-rekannya. Masing-masing SMP Negeri 3, SMK Utama, SMPN 23, Xaverius Telukbetung, dan Xaverius Panjang. Semuanya berlokasi di Bandar Lampung.

"Sisanya, bengkel di daerah Panjang dan rumah (yang tersebar) di Teluk dan Panjang," tutur Riki sembari tertunduk saat dihadirkan dalam ekspose kasus di polresta.

Riki mengungkapkan, ia dan rekan-rekannya biasa menjalankan aksi pencurian pada dini hari mulai sekitar pukul 01.00 WIB hingga subuh sekitar pukul 04.00 WIB.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved