Tribun Metro

Pairin Ancam Sanksi Tegas Bagi PNS Narkoba

Wali Kota Achmad Pairin mengancam memberikan sanksi tegas kepada aparatur sipil negara (ASN) pemkot yang terlibat kasus narkoba.

Pairin Ancam Sanksi Tegas Bagi PNS Narkoba
Tribun Lampung
Wali Kota Achmad Pairin memberi arahan dalam acara Musrenbang Kecamatan Metro Pusat, Senin (12/2/2018). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Wali Kota Achmad Pairin mengancam memberikan sanksi tegas kepada aparatur sipil negara (ASN) pemkot yang terlibat kasus narkoba.

"Tidak ada ampun. Kalau sudah terbukti gunakan narkoba, sanksi tegas pasti kita berikan," ujarnya, Rabu (21/11).

Menurutnya, kasus narkoba yang melibatkan oknum Satpol PP adalah yang teerakhir. Dia berharap, jangan sampai ada lagi yang terkena.

Baca: Oknum Satpol PP Metro Tersangkut Kasus Narkoba

Ia memastikan, sanksi tegas berlaku untuk seluruh ASN tanpa terkecuali. Jika sudah terbukti dan memiliki kekuatan hukum tetap, sanksinya akan langsung diterapkan.

"Narkoba adalah musuh bersama yang harus kita perangi. Kita lawan karena merusak generasi bangsa. Jangan sampai kembali terulang," tegasnya.

ASN terbukti terlibat narkoba terancam akan dilucuti dari statusnya.Adapun sanksi terberatnya adalah pemecatan.

Sebelumnya Satres Narkoba Polres Metro mengamankan HS, oknum PNS Kota Metro yang bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, Senin (12/11) malam. Pelaku dicokok selepas melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu dan diamankan di Jalan AR Prawira Negara, Metro Pusat, sekitar pukul 21.00 WIB.

Baca: Gara-gara Tak Ikut Apel, 2 Anggota Polda Lampung Kedapatan Konsumsi Narkoba

"Pada saat kita amankan yang bersangkutan masih memakai pakaian lengkap seragam tempat dia bekerja," terang Kasat Narkoba Polres Metro Ajun Komisaris Fredy Aprisa Putra. Dari hasil penyelidikan, HS mengaku membeli barang haram tersebut dari seorang rekannya berinisial A di Tegineneng, Pesawaran sebesar Rp 700 ribu.

Sementara, Komisi I DPRD mendorong Badan Narkotika Kota (BNK) untuk menerapkan perda tentang penanggulangan narkoba.
Wakil Ketua Komisi I Nasrianto Effendi mengatakan, pihaknya banyak mendapat laporan dari masyarakat banyak anak sekolah, SD maupun SMP yang 'ngelem'. Ini harus menjadi perhatian pemerintah.

"Anak-anak itu kalau nongkrong sering membeli lem. Dan itu bukan sekali dua kali. Akhirnya pedagang itu tidak menjual lem lagi. Inikan berbahaya. Kita minta BNN menerapkan Perda Metro tentang penanggulangan narkoba. Rutin razia," ujarnya.

"Kami juga meminta BNN mempublikasikan hasil tes urine ASN Pemkot Metro beberapa waktu lalu. Ini sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi agar tidak ada ASN yang menggunakan narkoba," ujarnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved