Terungkap di Mata Najwa, Ketua PSSI Edy Rahmayadi Ternyata Pernah Tolak Uang Suap Triliunan

Terungkap di Mata Najwa, Ketua PSSI Edy Rahmayadi Ternyata Pernah Tolak Uang Suap Triliunan

Terungkap di Mata Najwa, Ketua PSSI Edy Rahmayadi Ternyata Pernah Tolak Uang Suap Triliunan
KOMPAS.com/Ferril Dennys
Ilustrasi - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pada acara kerja sama PSSI-BRI, Rabu (1/8/2018). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID  -  Kinerja Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi dan seruan Edy Out dibahas di program Mata Najwa berjudul PSSI Bisa Apa, Rabu (28/11/2018) yang membahas tentang isu pengaturan skor di sepakbola Indonesia dan PSSI.  

Dua Exco (Executif Commite) PSSI Gusti Randa dan Refrizal dan Sekretaris Kemenpora GS Dewa Broto memberikan tanggapannya terkait kinerja Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi di acara Mata Najwa dengan tema PSSI Bisa Apa.

Terkait rangkap jabatan, Dewa Broto menjelaskan sebenarnya Edy tak melanggar aturan.

"Secara aturan tidak salah,, kecuali menjadi ketua KONI dan menjabat jabatan publik itu yang tidak boleh. Tali dalam kepatutan, alangkah indahnya kalau Pak Edy bisa fokus. PSSI itu seperti ayam kehilangan induknya. Saya kenal Pak Edy itu baik," kata Dewa Broto.

Dewa Broto juga malah sempat melontarkan pertanyaan kepada Exco PSSI, tentang masukan yang diberikan kepada Edy Rahmayadi.

Karena menurutnya, sebenarnya Edy adalah orang yang baik dan komitmen di sepakbola.

"Apa sih kontribusi yang diberikan kepada Pak Edy?" kata Dewa Broto yang tidak dijawab konkrit oleh kedua Exco yang hadir.

Kebaikan Edy Rahmayadi juga disebut oleh Exco PSSI Refrizal.

Bahkan disebutkannya Edy pernah menolak suap Rp 1,5 triliun.

"Ada mafia yang lebih besar, dari luar negeri, dia menawarkan Rp 1,5 T ke Pak Edy, tapi ditolak. Pak Edy itu bentengnya PSSI," kata Refrizal.

Terkait desakan Edy untuk lengser, Angkota Exco yang lain Gusti Randa memberi jawaban yang diplomatis.

"Ketua PSSI bisa mundur kalau dia menyalahi statuta. Saat ini kan Pak Edy tidak melanggar. Soal komunikasi, memang dia di sana, kami di sini. Ini soal kehadiran, tapi organisasi tetap jalan," katanya.

"Ini ada keinginan masyarakat Edy Out sama KLB. Saya pikir PSSI harus terima itu. Evaluasi itu penting. Exco dievaluasi juga gak apa. Soal itu, saya bisa setuju bisa tidak,," tambahnya

Editor: Safruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved