Kultwit Lengkap Fadli Zon yang Bandingkan Kasus Ahok dengan Ahmad Dhani

Kultwit Lengkap Fadli Zon yang Membandingkan Kasus Ahok dengan Ahmad Dhani

Kultwit Lengkap Fadli Zon yang Bandingkan Kasus Ahok dengan Ahmad Dhani
Twiter/@fadlizon
Fadli Zon 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - WAKIL Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, penegakan hukum di Indonesia para era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat tidak independen.

Fadli Zon mengatakan, penegakan hukum yang tidak independen ini menyebabkan peringkat demokrasi di Indonesia pun merosot.

Fadli Zon menunjukkan bukti penegakan hukum yang tidak independen itu antara lain adalah penanganan kasus politisi Partai Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo.

Sudah Bisa Dipesan di Shopee, Ini Harga dan Spesifikasi Oppo A7

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, tindakan hukum terhadap Ahmad Dhani Prasetyo atau kasus Ahmad Dhani jelas terkait aktivitasnya politik sebagai anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi dan sebagai politisi Partai Gerindra.

Fadli Zon mengomentari kasus Ahmad Dhani Prasetyo melalui kultwit yang disampaikan sekitar 1 jam lalu. 

Menurut Fadli Zon, data terbaru BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan penurunan kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berpendapat, partisipasi politik dalam pengambilan keputusan dan pengawasan, serta peran peradilan yg independen. 

Maia Estianty Unggah Foto Jadi Dosen Tamu di UI, Sang Ibu Beri Komentar

"Tahun lalu, menurut data The Economist Intelligence Unit (EIU), peringkat demokrasi kita anjlok 20 peringkat jika dibandingkan dengan tahun 2016. Jika tahun 2016 kita masih berada di peringkat 48, tahun lalu peringkat kita anjlok ke posisi 68," kata Fadli Zon.

Peringkat demokrasi Indonesia para era Pemerintahan Presiden Jokowi lebih buruk dibandingkan Timor Leste, kata Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, seharusnya Ahmad Dhani Prasetyo diposisikan sebagai korban persekusi, korban ancaman kekerasan dan ancaman terhadap kebebasan menyatakan pendapat yg dilakukan oleh sejumlah orang.

"Bagaimana ceritanya korban kok jadi pesakitan?! Ini benar-benar sebuah kemunduran dlm berdemokrasi dan berpolitik," katanya.

Halaman
1234
Editor: taryono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved