Stop Diskriminasi Orang Terinfeksi HIV AIDS

"Masyarakat awam takut tertular jika dekat-dekat dengan orang yang terinfeksi HIV. Ini salah satu bentuk diskriminasi yang harus dihindari"

Stop Diskriminasi Orang Terinfeksi HIV AIDS
Tribunlampung/Sulis
dr Firhat Esfandiari 

Reporter Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

HIV secara drastis menurunkan sistem kekebalan tubuh dan memungkinkan penyakit, bakteri, virus, juga infeksi lainnya menyerang tubuh.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Firhat Esfandiari SpPD menjelaskan, tidak seperti virus lainnya, tubuh tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya."Jika sudah terinfeksi HIV, maka perlu meminum obat ARV sscara terus-menerus," bebernya.

Menurut dr Firhat Esfandiari, HIV tidak langsung merusak organ, tetapi akan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan terjadi berbagai penyakit lainnya.

Daftar Diskon Mobil Avanza, Xenia, Mobilio, hingga Ertiga, Nominalnya Capai Puluhan Juta

Mengenai AIDS sendiri, sambung dia, adalah kondisi yang paling parah dari penyakit HIV. Ditandai munculnya penyakit lain seperti kanker dan berbagai infeksi yang muncul seiring melemahnya sistem kekebalan tubuh.

"Infeksi yang paling sering terjadi adalah tuberkulosis (TB). Ini merupakan penyakit penyerta seiring melemahnya daya tahan tubuh seseorang yang terinfeksi HIV AIDS," ujar dokter Firhat.

Penekanan penularan bisa dilakukan jika orang yang terpapar HIV jujur pada diri sendiri dan terbuka. Sehingga tidak menulari keluarga terdekat melalui hubungan seksual tidak aman ataupun kontak darah.

Selain itu kemudahan untuk mendapatkan akses pelayanan medis untuk menangani HIV AIDS.

Dr Firhat menegaskan, penularan HIV hanya bisa melalui kontak darah dan hubungan seksual yang tidak aman dengan seseorang yang terinfeksi HIV.

"Jadi kalau hanya interaksi sosial biasa tidak beresiko terjadi penularan. Sementara masyarakat awam takut tertular jika dekat-dekat dengan orang yang terinfeksi HIV. Ini salah satu bentuk diskriminasi yang harus dihindari," timpalnya.(*)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved