Lifestyle

Film Rangga dan Cinta, Ghina Aliyaa: Related dengan Kehidupan Remaja

Ghina Aliyya mengaku sudah menonton film Rangga dan Cinta, menurutnya kisahnya related dengan kehidupan remaja.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
FILM RANGGA & CINTA - Ghina Aliyya berfoto di dekat poster film Rangga dan Cinta di CGV Transmart, Kamis (16/10/2025). 

Tribunlampung.co.id, Bandar LampungFilm Rangga & Cinta telah menyapa penonton bioskop Indonesia sejak 2 Oktober 2025. Film yang disebut sebagai rebirth dari film Ada Apa dengan Cinta? (2002) ini hadir dengan format baru yang segar yakni dengan drama musikal. 

Film ini mengisahkan kembali perjalanan asmara Rangga dan Cinta. Dibintangi El Putra Sarira dan Leya Princy sebagai pemeran utama.

Aktor Nicholas Saputra yang ikonik dengan peran Rangga di film terdahulunya, kini mengambil peran berbeda. Ia duduk di kursi produser bersama Mira Lesmana dan Toto Prasetyanto.

Ghina Aliyya (18) mengaku sudah menonton film Rangga dan Cinta karena penasaran dengan alur ceritanya.

“Aku udah nonton, filmnya sangat menarik karena menceritakan kisah anak muda di masa SMA,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

“Menurut aku kisah tersebut sangat menyenangkan dan juga dalam cerita mempunyai teman yang dapat mengerti dan tanpa sengaja bertemu dengan seorang kekasih,” tambahnya.

Ghina mengatakan, sangat menyukai alur cerita dari film tersebut karena banyak pelajaran yang dapat diambil dari film tersebut.

“Film ini juga tampak nyata atau related dengan kehidupan remaja,” jelasnya.

“Serta pembawaan karakter dalam film tersebut lebih mengarahkan ke peran anak muda sebagai anak remaja,” terusnya.

Diteruskannya, film Rangga & Cinta mengajarkan tentang pentingnya berkomunikasi, kejujuran, dan persahabatan sejati dalam hubungan percintaan dan pertemanan.

Serta mengajari berbagai hal-hal yang positif. Contohnya, seperti bertahan dalam badai yang sedang dihadapi oleh remaja di masa sekarang.

Ada scene yang paling membekas dalam ingatan dara kelahiran 26 Mei 2007 ini sampai sekarang.

Yakni saat ada dialog “Tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama, untuk mempertanyakan lagi cintanya, bukan untuknya, bukan untuk siapa, tapi untukku. Karena aku ingin kamu, itu saja.”

Sebab menurutnya ketika kita adalah tujuan bagi seseorang, maka dia akan kembali ke kita apapun yang terjadi.

“Setelah aku menonton film ini, perpisahan bukan lah tentang siapa yang sudah selesai dan siapa yang belum selesai,” ucapnya.

“Tetapi ketika kita belum selesai dengan apa yang terjadi, maka dia akan kembali, jika kita adalah tujuannya,” tutup mahasiswa Itera ini.

(Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved