Tribun Bandar Lampung

Uang Suap Fee Proyek Dinas PUPR Lampung Selatan Rp 400 Juta 3 Hari Disimpan Sopir Syahroni

Sang sopir bernama Rahmad Hidayat itu akhirnya membawa barang bukti uang suap tersebut ke kantor KPK di Jakarta.

Uang Suap Fee Proyek Dinas PUPR Lampung Selatan Rp 400 Juta 3 Hari Disimpan Sopir Syahroni
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Sidang kasus dugaan fee proyek Dinas PUPR Lampung Selatan dengan terdakwa anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho dan mantan Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan Anjar Asmara digelar di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 10 Januari 2019. 

Uang Suap Fee Proyek Dinas PUPR Lampung Selatan Rp 400 Juta 3 Hari Disimpan Sopir Syahroni

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Uang senilai Rp 400 juta hasil setoran fee proyek Dinas PUPR Lampung Selatan, ternyata sempat tiga hari disimpan sopir Syahroni, Kabid Pengairan Dinas PUPR.

Sang sopir bernama Rahmad Hidayat itu akhirnya membawa barang bukti uang suap tersebut ke kantor KPK di Jakarta.

Jaksa penuntut umum KPK menghadirkan enam saksi di persidangan perkara korupsi fee proyek di Dinas PUPR Lamsel, dengan terdakwa anggota DPRD Lampung Agus Bhakti Nugraha dan mantan Kepala Dinas PUPR Anjar Asmara.

BREAKING NEWS - Nama Ketua MPR RI Zulkifli Disebut dalam Sidang Kasus Proyek Dinas PUPR

Mereka, di antaranya, Eka Aprianto (sopir Syahroni), Rahmad Hidayat (sopir kedua Syahroni), dan Bakhjar Rudialbab alias Ulil, staf administrasi 9 Naga Group.

Terungkap di persidangan, uang Rp 400 juta yang disita KPK merupakan dana pencairan uang muka pengerjaan 10 proyek yang digarap Gilang Ramadhan, Bos CV 9 Naga.

Bakhjar Rudialbab alias Ulil, staf administrasi 9 Naga Group, mengaku diperintahkan oleh Gilang untuk menyiapkan Rp 400 juta.

Uang itu ia ambil dari pencairan uang muka 10 proyek di Dinas PUPR.

"Saya bungkus plastik hitam dan saya taruh meja depan di kantor Pahoman, atas perintah Gilang, kemudian saya tinggal," ungkap Ulil saat bersaksi di persidangan Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis (10/1).

Namun, Ulil memastikan tidak mengetahui peruntukan dana tersebut.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved