Tribun Lampung Selatan

Masa Tanggap Darurat Tsunami Berakhir Sabtu, Pengungsi Belum Tempati Huntara

Masa tanggap darurat tsunami di kawasan pesisir Lampung Selatan berakhir besok, Sabtu (19/1/2019).

Masa Tanggap Darurat Tsunami Berakhir Sabtu, Pengungsi Belum Tempati Huntara
TRIBUN LAMPUNG/DEDI SUTOMO
Pengungsi tsunami warga Kecamatan Rajabasa yang terkena dampak tsunami selat Sunda masih tinggal ditenda-tenda darurat, Kamis (17/1). 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Masa tanggap darurat tsunami di kawasan pesisir Lampung Selatan berakhir besok, Sabtu (19/1/2019).

Pasca masa tanggap darurat, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan mencanangkan tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca tsunami.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan sekaligus ketua tim rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana tsunami, Fredy SM menjelaskan, hunian sementara (huntara) sedang dalam proses penyelesaian pembangunan.

"Di beberapa desa di pesisir sedang tahap pekerjaan oleh beberapa instansi yang membantu pemerintah".

"Memang pembangunan huntara ini bertahap. Kami terkendala ketersediaan lahan. Tidak banyak lahan masyarakat yang bisa dipinjam untuk lokasi pembangunan huntara," ujarnya, Kamis (17/1/2019).

Pringsewu Incar Ekspor Ikan Patin ke Timur Tengah

Sementara pemerintah daerah imbuhnya, tidak memiliki aset lahan di wilayah pesisir yang bisa dijadikan lokasi untuk pembangunan huntara.

"Kita masih terus mencari dan berkoordinasi dengan masyarakat yang memiliki lahan untuk bisa melakukan pinjam pakai sebagai lokasi huntara," terang Fredi.

Sampai saat ini baru Wisma Atlet Kalianda yang dijadikan huntara bagi korban tsunami asal Pulau Sebesi.

Sementara huntara di eks hotel 56 Kalianda masih proses perbaikan.

Dermaga Canti Ambruk Ganggu Penyeberangan ke Pulau Sebuku dan Sebesi

Sedangkan huntara yang rencananya akan didirikan di beberapa desa di Kecamatan Rajabasa sampai saat ini belum ada yang bisa ditempati warga.

Terpisah, tujuh unit huntara dibangun NU Peduli Tsunami Selat Sunda di Desa Banding, Kecamatan Rajabasa belum ada jaringan listrik PLN.

Muhammad Zainal Mustofa dari NU Perduli Tsunami Lampung Selatan mengatakan, pihaknya terpaksa meminjam mesin jenset untuk jaringan listrik.

"Huntara yang sudah jadi, sudah kita pasang instalasi listriknya. Kita saat ini terpaksa meminjam genset".

"Padahal sebelumnya pemda telah berjanji akan menggandeng PLN untuk memasang jaringan listrik untuk lokasi huntara," ujarnya. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved